Wujudkan Pilkada Damai, Mengubah Kalbar Rawan Jadi Aman

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 571

Wujudkan Pilkada Damai, Mengubah Kalbar Rawan Jadi Aman
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono saat deklarasi Pilkada Damai beberapa waktu lalu. (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP - Kalbar terawan menjadi Kalbar teraman. Kalimat itulah yang selalu digaungkan oleh Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono pada setiap kesempatan sosialisasinya dalam menghadapi Pilkada serentak 2018 di Kalbar.

Sejak dikeluarkannya hasil survei Bawaslu RI, menempatkan Kalbar  urutan ketiga daerah rawan konflik Pilkada, seakan mimpi buruk di siang bolong cukup menakutkan.

Bahkan hasil survei Litbang Polri menempatkan Kalbar pada ranking kedua sebagai wilayah yang paling rawan. Tentu saja semakin membuat was-was.

Sejarah konflik masa lalu di Kalbar juga seolah-olah menjadi bayangan yang tidak kalah menggidikkan untuk diingat. Terlebih ditambah dengan adanya ranking-ranking tersebut.

Bukan tanpa alasan survei tersebut dilakukan. Ini sebagai ancang-ancang antisipasi bagi pihak-pihak terkait agar tidak ‘under estimate’ terhadap situasi yang ada.

Kendati demikian, hasil survei pada kenyataannya tidak serta merta mengerdilkan keharmonisan yang memang sudah dimiliki oleh masyarakat Kalbar.

Sejak dimulainya tahapan Pilkada di Kalbar, semua pihak berlomba-lomba untuk mengadakan deklarasi Pilkada damai sebagai bentuk dukungan terhadap pihak keamanan TNI maupun Polri serta penyelenggara agar Pilkada Kalbar berjalan lancar dan aman.

Mulai dari partai politik, pasangan calon, para pendukung pasangan calon, tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa, berbagai organisasi kemasyarakatan, lintas agama hingga lintas etnis dan lain-lain.

Salah satunya deklarasi Pilkada damai yang dilaksanakan oleh Keuskupan Agung Pontianak, yang juga turut dihadiri ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kalbar, Ismail Ruslan dan Kapolda Kalbar bersama jajarannya, di Aula Rumah Retret Imaculata Pontianak, Jalan AR Hakim, Nomor 100, Kecamatan Pontianak Kota, Selasa (27/3).

Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus Pr menyampaikan terimakasihnya kepada Kapolda. Kegiatan serupa pertama kalinya dilakukan oleh Keuskupan Agung Pontianak secara langsung, sebab yang lalu-lalu hanya berbentuk imbauan saja.

“Ini suatu hal yang baru saya rasa dan sebenarnya kami mengharapkan tanpa ajakan seperti ini pun kami gereja Katolik juga bertanggung jawab terhadap suasana damai, situasi kondusif di masyarakat,” tuturnya.

Keadaan yang tidak damai maka berpotensi akan mengganggu kehidupan bermasyarakat. Hal ini tentu akan membuat masyarakat menjadi menderita dan sengsara.

Sebagai Uskup Agung Pontianak, dirinya mengatakan dalam surat gembala yang ditujukan kepada seluruh umat, bahwa Pilkada merupakan proses, bukan kemauan presiden ataupun Kapolda, sebab Pilkada merupakan amanat UU yang harus dijalankan.

“Sebagai warga negara harus kita jalankan dan ini proses memilih pemimpin duniawi. Tentu saja kriteria duniawi harus kita kedepankan,” katanya.

Dia berpesan, proses dalam memilih pemimpin duniawi ini untuk tidak mengaitkannya dengan urusan agama. Untuk itu, kepada seluruh umat Katolik dan para Pastor, diingatkan bahwa saat ini Pilkada mencari pemimpin duniawi.

“Maka para Pastor juga harus pandai bersikap bagaimana mendampingi umat agar umat memilih yang benar, yang tepat, seperti yang diharapkan oleh orang banyak,” tambahnya.

Selain itu, disampaikannya pula bahwa umat Katolik tergabung dalam bermacam partai. Sebab itu, masyarakat harus bisa menempatkan posisi masing-masing, dengan menghargai perbedaan tersebut.

“Jangan kita paksakan yang A menjadi B, yang B menjadi C. Semua punya hak hidup,” katanya.

Dirinya sebagai tokoh agama turut mendoakan agar Pilkada nantinya tetap berjalan kondusif, aman dan damai. Jangan sampai pesta demokrasi menjadi ajang benih-benih perpecahan.

Selesai dilaksanakannya Pilkada dan terpilih pemimpin yang baru maka pihaknya akan mendukung penuh pemerintahan yang ada.

Dia juga minta umat Katolik untuk menggunakan hak pilihnya. Jika seseorang memiliki hak memilih, namun tidak memilih, maka dia tidak punya hak menuntut dari pemimpin yang terpilih tersebut.

“Saya sebagai tokoh agama dan saya minta para Pastor untuk netral, tapi di bilik suara saya harus memilih. Karena hak saya ada di bilik suara itu,” tandasnya.

Kalbar Jadi Percontohan

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan bahwa di Kalbar terdapat 11.658 TPS dengan DPT 3.600 lebih. Deklarasi damai yang terus dilakukan merupakan ikhtiar untuk penyelenggaraan Pilkada dengan aman di Kalbar.


Seperti deklarasi Pilkada Damai yang digelar Bawaslu Kalbar dalam rangkaian  Halalbihalal bersama pemuka agama, Jumat (22/6).

“Semua langkah-langkah, semua upaya, semua kegiatan-kegiatan yang sinergi, yang kolaborasi dengan semua komponen masyarakat, stakeholder sudah kita laksanakan. Ini tanggal 22 yang dilaksanakan di Bawaslu,” ujarnya.

Tidak hanya melaksanakan deklarasi Pilkada damai, pada tanggal 24 Juni 2018 dilaksanakan doa bersama di Makodam XII/Tanjungpura dan tanggal 25 Juni 2018 dilaksanakan di Mapolda Kalbar.

Dalam masa tenang, Polda Kalbar juga mengisi kegiatan dengan melaksanakan fun bike.
Selain itu, sinergritas antara TNI dan Polri dalam menjaga dan mengawal jalannya setiap tahapan Pilkada juga terus dilakukan dengan mesra.

Kapolda Kalbar bersama Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi juga telah melaksanakan safari pengecekan terhadap kesiapan pelaksanaan pengamanan Pilkada hingga ke beberapa daerah yang dilakukan sebanyak tiga kali, ditutup di Kota Pontianak.

“Semuanya upaya-upaya kita lakukan untuk kebaikan kita semua, untuk 5.350 juta itu (penduduk),” katanya.


Hingga dilaksanakannya deklarasi tersebut, mantan Wakapolda Riau ini mengatakan bahwa berkat kerja keras bersama dengan seluruh komponen masyarakat, kondisi Kalbar dalam keadaan aman dan kondusif untuk menjalankan semua tahapan Pilkada.

Termasuk pasca dilaksanakannya debat putaran ketiga calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar yang berlangsung sesuai rencana, karena adanya elaborasi, kolaborasi, sinergi semua pihak.

“Debat publik mulai dari siang, semua sampai dengan malam, terselenggara sesuai dengan rencana dan aman. Sehingga nonton bola pun semuanya teman-teman kita lancar tidak ada gangguan,” tuturnya.

Jenderal bintang dua ini juga kerap mengajak seluruh awak media untuk terus mengabarkan kesejukan di Kalbar dengan menjadikan pertemuan tersebut sebagai suatu momentum lagi untuk bersama-sama membangun Kalbar.

“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan kita siapa lagi. Untuk ke depan Kalimantan Barat,” imbuhnya.

Kebutuhan akan rasa aman menurutnya juga merupakan suatu yang hakiki ingin dimiliki oleh setiap orang seperti halnya dengan makan dan minum. Dengan adanya keamanan tersebut juga dapat mendukung proses pembangunan yang ada.

Saat ini menurutnya pertumbuhan ekonomi Kalbar cukup tinggi dengan angka 7,42 persen. Inflasi yang juga dapat ditekan dari satu koma menjadi nol koma sekian. Hal ini dikarenakan salah satu penyumbangnya merupakan keamanan yang diciptakan oleh seluruh komponen masyarakat.

“Oleh karena itu, mari semua warga masyarakat punya kemampuan sensitivitas terhadap gejala-gejala atau hal-hal yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas,” ucapnya.

Semua warga menurutnya harus memiliki rasa tanggung jawab dan rasa sensitif terhadap hal-hal yang dapat mengganggu Kalbar. Hingga saat itu dikatakannya telah 26 kali deklarasi damai dilaksanakan.

“Bisa dirasakan kan efektivitasnya. Bisa kita rasakan,” ujarnya.

Pihaknya tentu sangat mengidam-idamkan agar Kalbar dapat menjadi contoh bagi 33 provinsi lainnya. Sehingga pesta demokrasi ini benar-benar menjadi suatu suasana yang bahagia dan senang. Dengan demikian harus digelorakan dan digaungkan dengan memilih pemimpin guna membangun Kalbar ke depannya.

“Mari kita ubah mindset yang beliau-beliau di sana me-mindset atau membikin stigma kita terawan, kita balik menjadi teraman,” pungkasnya.

Tokoh Masyarakat Optimis

Sekretaris Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar, Muhammad Fauzie mengatakan rasa optimismenya bahwa pelaksanaan seluruh tahapan Pilkada di Kalbar dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Dia mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Polda Kalbar saat ini, sudah sangat luar biasa memberikan keyakinan kepada masyarakat Kalbar bahwa Pilkada akan berlangsung secara damai.

“Karena beliau (Kapolda) bukan cuma melakukan deklarasi damai, tapi juga turun kepada masyarakat di semua lapisan, baik etnis maupun agama,” ucap M Fauzie saat menghadiri deklarasi Pilkada damai yang digagas oleh Bawaslu Kalbar, Jumat (22/6).

Tidak hanya itu, Kapolda Kalbar bahkan menurutnya melakukan imbauan Pilkada damai hingga ke mimbar-mimbar masjid dan hal ini sangat diapresiasi olehnya.

“Beliau tidak segan-segan untuk turun langsung bersilaturahmi kepada semua tokoh agama, adat dan suku, apakah melalui perorangan, kelembagaan maupun organisasi,” imbuhnya.

Fauzie juga mengatakan, Kalbar merupakan miniatur Indonesia yang merupakan rumah besar bagi lintas etnis, agama dan budaya. Dengan sikap masyarakatnya yang sangat toleran dan mengedepankan hubungan sosial yang baik dengan senantiasa saling asah, saling asih dan saling asuh.

Menurutnya, tak perlu mengorbankan persatuan bangsa hanya untuk meraih jabatan politik di republik ini.

"Mari kita selalu bersama-sama mempertahankan suasana kondusif Kalimantan Barat,” tutupnya. (rah)