Dinkes Kalbar Target Akreditasi Puskesmas Tuntas Tahun 2019

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 346

Dinkes Kalbar Target Akreditasi Puskesmas Tuntas Tahun 2019
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Andy Jap. (Ist)
PONTIANAK, SP - Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar menargetkan akreditasi pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) tuntas di tahun 2019 mendatang. Saat ini baru 110 Puskesmas yang sudah terakreditasi dari 244 Puskesmas yang ada di Kalbar.

“Artinya baru mendekat 50 persen yang sudah terakreditasi. Sementara target kita semua sudah terakreditasi di tahun 2019,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Andy Jap, Selasa (3/7).

Dijelaskannya, persoalan sarana dan prasarana yang belum memadai serta terbatasnya sumber daya manusia (SDM) menjadi alasan mengapa sulitnya puskesmas mendapatkan akreditasi. Sementara di sisi lain akreditasi justru sangat penting agar pelayanan puskesmas semakin baik secara kualitas.

Persoalan akreditasi seharusnya kata Andy Jap bisa dinilai dari sisi lain sehingga tak harus berkutat pada persoalan kekurangan yang ada, tapi bagaimana seharusnya surveyor memberikan penilaian pada aspek lain, misalnya bagaimana puskesmas memanajemen ketika mengalami keterbatasan. Baik dari sisi perlengkapan hingga sumber daya lainnya.

“Jadi tidak melulu sebatas soal itu saja, justru yang dilihat bagaimana memanajemen kekurangan. Misalnya karena kekurangan pasien harus dirujuk. Apakah cara merujuk sudah tepat, tahu kapan harus dirujuk itu juga dilihat,” kata Andy.

Menurut Andy, puskesmas yang sudah terakreditasi itu memiliki beberapa tingkatan dan ini sejalan dengan konteks akreditasi untuk perbaikan dan meningkatkan layanan agar benar-benar sesuai standar dan memuaskan. Oleh karena itu semakin baik akreditasi maka harus berbanding lurus dengan pelayanan kepada masyarakat.

“Ketika sudah terakreditasi, petugas tidak bisa cuek saja saat masyarakat datang untuk berobat. Sambut dengan baik dan tanggapi apa yang menjadi keluhan masyarakat,” terangnya.

Dengan begitu, lanjut Andy masyarakat akan semakin percaya dengan pelayanan kesehatan di tingkat dasar ketika itu baik dengan akreditasi baik juga.

“Jika masih kurang harus terus lebih baik agar mendapatkan akreditasi untuk pelayanan yang baik,” tutupnya. (nak)