Kota Pontianak Terjadi Inflasi 1,44 Persen

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 229

Kota Pontianak Terjadi Inflasi 1,44 Persen
Ilustrasi. (Net)
PONTIANAK, SP – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat telah merilis berita resmi statistik pada Senin (2/7). Berita resmi yang dirilis itu meliputi perkembangan indeks harga konsumen/inflasi, perkembangan ekspor dan impor, perkembangan nilai tukar petani, dan perkembangan pariwisata dan transportasi Kalimantan Barat.

Berdasarkan sumber berita resmi BPS, pada Juni 2018, di Kota Pontianak terjadi inflasi 1,44 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 144,45. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada enam kelompok pengeluaran. 

Menanggapi pertanyaan tentang angka inflasi Kalimantan Barat usai pesta demokrasi, Kabid Staf Distribusi BPS Provinsi Kalimantan Barat, Arianto mengaku  belum bisa berkomentar banyak. 

“Yang agak bergejolak itu, kan, di Landak dan Mempawah. Sedangkan inflasi itu diukurnya di Pontianak dan Singkawang. Nah, bisa jadi tidak tergambar juga (inflasi) nantinya,”katanya. 

Jika pun berimbas, bisa jadi implikasinya akan terlibat pada bulan depan (Agustus).

Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami indeks dari yang tertinggi secara berurutan, yaitu kelompok bahan makanan 3,56 persen; transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 2,68 persen; sandang 0,55 persen;  perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,41 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,15 persen; dan kesehatan 0,01 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan. 

Sementara nilai ekspor Kalimantan Barat Mei 2018 naik 22,53persen dibandingkan April 2018 yaitu dari US$83,34 juta menjadi US$102,12 juta. Bahan kimia anorganik (HS28), bijih, kerak, dan abu logam (HS26) serta kayu barang dari kayu (HS44) merupakan tiga komoditi unggulan ekspor Kalimantan Barat Mei 2018. Masing-masing berkontribusi 48,95 persen, 23,97 persen, dan 11,44 persen. Untuk nilai impor Kalimantan Barat Mei 2018 turun 16,89 persen dibandingkan April 2018 yaitu dari US$40,19 juta menjadi US$33,40 juta. 

Bahan bakar mineral (HS27), mesin-mesin/pesawat mekanik (HS48) serta pupuk (HS31) merupakan penyumbang impor terbesar Kalimantan Barat pada Mei 2018.

Nilai Tukar Petani (NTP) Juni 2018 Provinsi Kalimantan Barat 95,69 poin turun 0,61 persen dibandingkan NTP bulan Mei 2018 yaitu 96,27 poin. 

Hal ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani turun 0,01% dan indeks harga yang dibayar petani naik 0,06 persen. NTP Tanaman Padi dan Palawija (NTPP) Juni 201894,50 poin, turun 0,58persen dibandingkan Mei 2018. NTP Holtikultura (NTPH) Juni 2018 100,30 poin, turun 0,99 persen dibandingkan Mei 2018. NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) Juni 2018 95,07 poin, turun 0,99 persen dibandingkan Mei 2018. NTP Peternakan (NTPT) Juni 2018 94,22 poin, naik 0,19persen dibandingkan Mei 2018. NTP Perikanan (NTPN) Juni 2018 105,42 poin, naik 1,41 persen dibandingkan Mei 2018.

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Kalimantan Barat Mei 2018 mencapai 4.415 kunjungan wisman April 2018, sebesar 3.909 kunjungan. Kunjungan wisman Mei 2018 dipengaruhi oleh kunjungan wisman yang datang melalui pintu masuk Entikong dengan kontribusi 40,48 persen dan sisanya 59,52 persen melalui pintu masuk Pontianak, Aruk, dan Badau. Sedangkan perkembangan transportasi Kalimantan Barat berfokus pada transportasi udara. Jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri terbesar melalui Supadio (Pontianak) yang merupakan ibu kota provinsi mencapai 151.950 orang atau 84,53 persen untuk jumlah penumpang yang datang dan 141.896 orang atau 83,03 persen untuk jumlah penumpang yang berangkat. (lha/bob)