MTQ ke-27 Tingkat Provinsi di Kabupaten Mempawah, Dodi Ajak Pelihara Kesucian Alquran dan Rawat Toleransi

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 283

MTQ ke-27 Tingkat Provinsi di Kabupaten Mempawah, Dodi Ajak Pelihara Kesucian Alquran dan Rawat Toleransi
MTQ - Pj Gubernur Kalbar, Dodi Riyadmadji saat menerima piala bergilir Juara Umum MTQ dari Bupati Kubu Raya, Rusman Ali, selanjutnya diserahkan Kepada Bupati Mempawah, Ria Norsan Norsan sebagai tuan rumah MTQ ke-27. (Dok Humas)
Ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) merupakan ajang kontestasi seni baca Alquran paling membumi di Indonesia. Selain dilaksanakan di tingkat nasional, event ini juga digelar di masing-masing daerah. Kalimantan Barat sendiri kembali mengelar ajang MTQ Tingkat Provinsi yang ke-27 di Kabupaten Mempawah. 

SP - Event ini akan mempertemukan Qori dan Qoriah dari setiap kabupaten/kota yang ada di Kalbar. Menurut Pj Gubernur Kalimantan Barat, Dodi Riyadmadji, MTQ di samping sebagai ajang kontestasi seni baca dan hafalan kitab suci Alquran, sesungguhnya memiliki tujuan mulia yang belum banyak dipahami oleh masyarakat, yakni untuk memelihara kesucian Alquran dan mengembangkan syiar Islam yang dapat membawa manfaat dan kemaslahatan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai universal Islam secara damai di tengah-tengah masyarakat.

Tujuan tersebut, kata Dodi amat sangat sejalan dengan upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan beragama, sekaligus kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Melalui MTQ ini, tentu ada keinginan mewujudkan kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara yang juga ditopang oleh nilai-nilai universal Islam, sebagaimana nilai agama lainnya, utamanya nilai-nilai kesalihan sosial, solidaritas, dan toleransi.

"Kita ingin memperkokoh nilai-nilai universal itu sebagai landasan dalam mewujudkan daerah kita, sebagai daerah dengan semangat toleransi di kalangan umat beragama," kata Dodi.

Ditambahkanya bahwa pada hakekatnya, kitab suci Alquran tidak hanya berisi prinsip-prinsip keimanan, tetapi juga sumber nilai-nilai universal, ilmu pengetahuan, hingga hikayat kehidupan, yang dikemas dengan bahasa yang indah, penuh dengan filosofi keteladanan, serta pesan moral yang luhur dan agung.

"Alquran telah memberi tuntunan kepada umat manusia di muka bumi ini, untuk membangun kehidupan yang harmonis, menjaga toleransi, dan hidup dalam damai. Alquran juga mengajarkan umat manusia untuk saling mengenal, saling mengasihi, saling memberi maaf, dan tidak saling membenci," lanjutnya. 

Alquran, kata Dodi mengajak manusia untuk bekerjasama dalam kebaikan dan ketaqwaan, bukan dalam kemungkaran dan kejahatan. Dijelaskannya, nilai yang sama juga terkandung dalam kitab-kitab suci agama yang lain, sehingga seyogianya tidak ada ruang bagi paham radikal yang menyebarkan kebencian untuk dapat tumbuh dan berkembang di antara sesama umat yang berbeda agama. 

"Momentum MTQ ini membuktikan bahwa di antara kita umat pemeluk agama yang berbeda dapat saling mendukung dan saling bekerjasama dalam kebaikan, sesuai dengan peran dan tugas kita masing-masing," katanya. 

Mengusung tema "Mewujudkan Kedamaian dan Keharmonisan Masyarakat Kalbar", maka sangat tepat untuk menggambarkan makna sesungguhnya kegiatan MTQ sebagai sebuah kegiatan keagamaan yang melibatkan kebersamaan seluruh komponen masyarakat tanpa memandang agama.

Menurut dia, penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi di Kabupaten Mempawah ini tentu memiliki makna tersendiri bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Mempawah, karena Kabupaten Mempawah sangat erat dan kental dengan nuansa Islami. 

"Kesempatan ini juga tentunya merupakan peluang bagi Kabupaten Mempawah untuk menampilkan potensi Kabupaten Mempawah kepada khalayak luas, tidak saja potensi di bidang tilawatil quran, tetapi juga potensi-potensi lainnya yang dimiliki, termasuk pula seni, budaya dan sejarahnya," tutur Dodi. 

Sementara itu, Sutarmidji berharap kafilah Kota Pontianak bisa menunjukkan prestasi terbaik pada MTQ XXVII Tingkat Provinsi Kalbar dan bisa menjadi juara umum. 

"Mudah-mudahan ada qori dan qoriah, khususnya dari Kota Pontianak yang bisa mengukir prestasi di tingkat nasional," ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para peserta kafilah Kota Pontianak untuk menjaga kesehatan selama berada di Mempawah, supaya tetap fit dan siap dalam mengikuti setiap cabang lomba yang diikuti. 

“Saya berharap mereka bisa menjaga kesehatan, makanya kita juga menugaskan tenaga paramedis untuk mendampingi mereka,” sebut Sutarmidji.

Sementara itu, Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak, Aswani Samhudi mengaku, meskipun pihaknya tidak memberikan patokan harus juara umum, namun ia berharap peserta berusaha memberikan yang terbaik bagi Kota Pontianak hingga bisa mewakili Kalbar di MTQ Tingkat Nasional. 

"Mudah-mudahan kita juara umum, sebab kita sudah berusaha maksimal dengan melaksanakan pemusatan latihan sebanyak dua tahap," tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Kubu Raya Rusman Ali mengharapkan mampu mempertahankan piala bergilir sebagai juara umum pada MTQ Provinsi Kalimantan Barat yang digelar tahun ini di Mempawah.

"Tadi malam, kita menyerahkan piala bergilir ini kepada Pj Gubernur Kalbar untuk kembali diperebutkan pada ajang MTQ ke-27 yang dilaksanakan di Mempawah. Tentu kita berharap, piala ini bisa kembali kita rebut," kata Rusman Ali di Sungai Raya.

Seperti diketahui, Kubu Raya sebelumnya menjadi juara umum dan memegang piala bergilir Gubernur Kalimantan Barat yang kembali akan diperebutkan oleh 14 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat.

Rusman Ali berharap Kabupaten Kubu Raya dapat membawa pulang kembali Piala Juara Umum ke Kabupaten Kubu Raya.

"Ini piala bergilir juara umum kita serahkan ke Gubernur untuk selanjutnya diserahkan ke ketua panitia, untuk kembali diperebutkan oleh semua kabupaten kota sekalimantan barat. Mudah-mudahan kita dapat mengulang sukses kita tahun 2016 lalu, dengan menjadi juara umun sehingga dapat kita bawa pulang kembali piala ini ke Kubu Raya," tuturnya.

Namun, dirinya berharap ajang MTQ tidak hanya sekedar mencari para juara tetapi juga sekaligus untuk memperkokoh kegiatan-kegiatan syiar Islam di tengah masyarakat.

Rusman Ali juga menyempatkan diri untuk bertemu dan berdialog dengan kafilah-kafilah Kubu Raya. Untuk memberikan motivasi dan semangat sebelum mengikuti lomba, sekaligus memastikan kesehatan dan kondisi para mereka di penginapan.

Kepada para kafilah, Rusman Ali menyampaikan akan tetap memberikan bonus naik haji apabila Kubu Raya kembali menjadi juara umum.

"Tadi malam juga kita cek keadaan para kafilah, kita berdiskusi dan berdialog sekaligus kita mau pastikan kesehatan dan kondisi para kafilah kita. Bonus naik haji akan tetap kita berikan apabila dapat mempertahankan juara umum," kata Rusman Ali. (nana arianto/ant/bob)