Sutarmidji: Tunggu Hasil Hitung KPU, Ormas Jangan Terprovokasi dan Memprovokasi

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 1286

Sutarmidji: Tunggu Hasil Hitung KPU, Ormas Jangan Terprovokasi dan Memprovokasi
Calon Gubernur Kalbar nomor urut 3, Sutarmidji. (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP - Calon Gubernur Kalbar nomor urut 3, Sutarmidji mengajak para relawan, pedukung, simpatisan dan seluruh warga Kalbar dalam menyikapi hasil Pilkada Serentak 2018, agar berpegang pada hasil penghitungan manual KPU Provinsi.

“Jadi semuanya harus menunggu itu. Untuk hasil yang resmi tetap harus melalui lembaga yang resmi,” ujar Sutarmidji usai menghadiri pertemuan dengan unsur Forkopimda Provinsi Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar, Rabu (4/6).

Sementara terkait hasil hitung cepat katanya, merupakan salah satu media untuk mengukur keterpilihan pasangan calon yang maju sebagai kepala daerah.

Wali Kota Pontianak dua periode ini berharap agar tidak ada reaksi apapun yang berlebihan dan mengajak untuk menyerahkan hasil keputusannya kepada KPU.

“Sekarang kan sedang pleno di tingkat kabupaten/kota. Kita tunggu saja hasilnya apa,” imbuhnya.

Sutarmidji mengungkapkan, pada pertemuan di Pendopo Gubernur Kalbar, dirinya bersama paslon nomor urut 2 Karolin-Gidot serta ketua tim pemenangan sudah membuat pernyataan sikap.

“Kita sepakat untuk menjaga iklim yang kondusif di Kalbar,” tambahnya.

Sebab menurutnya siapapun yang terpilih sebagai gubernur nantinya, maka merupakan gubernur Kalbar bersama, sehingga tidak ada lagi sekat-sekat pendukung, baik nomor 1, 2 atau 3.

Dia mengharapkan semua pihak bersatu untuk membangun Kalbar agar ada percepatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan. 

Sementara untuk berbagai organisasi masyarakat, kelompok atau apapun namanya, hendaknya berlaku bijak dalam menyikapi apa yang di posting di media sosial. Jangan mudah terprovokasi atau memprovokasi, sehingga jika ada hal-hal yang belum jelas, agar tidak membuat postingan tandingan yang sifatnya akan semakin membuat kisruh suasana.

“Saya minta ini harus hati-hati,” tambahnya lagi. (anugrah)