Jalan Kaki Tiga Jam Pikul Kotak Suara, Polisi Kalbar Diganjar Penghargaan Kapolri

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 841

Jalan Kaki Tiga Jam Pikul Kotak Suara, Polisi Kalbar Diganjar Penghargaan Kapolri
PENGHARGAAN - Dua polisi yang naik longboad 8 jam dan berjalan kaki 3 jam demi mengantar kotak suara pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, bakal mendapat penghargaan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Ist)
Jerih payah Brigadir Palentinus dan Brigadir Marten Sumantri membantu proses pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 beberapa waktu lalu, menarik perhatian Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Bagaimana tidak, anggota Polsek Ambalau, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat itu, jalan kaki selama tiga jam sambil memikul kotak suara demi terselenggaranya Pilkada. Rabu (11/7) nanti, keduanya akan mendapatkan penghargaan langsung dari pimpinan tertinggi Polri.

SP - "Saya bersama rekan saya, Brigadir Marten sama sekali tidak menyangka akan mendapat apresiasi yang begitu tinggi dari Bapak Kapolri yang telah mengundang kami, untuk menerima penghargaan," tutur Palentinus kemarin. 

Brigadir Palentinus dan Brigadir Marten mungkin tak berpikir soal penghargaan. Yang ada di kepala mereka sekadar, bagaimana tugas negara dijalankan dengan baik. Mereka pergi mengantar, berjaga dan membawa kotak suara pulang dari TPS 1 Desa Kepala Jungai dan TPS 2 Desa Jengkarang yang berada di desa penghujung Sungai Melawi, Kamis (28/6).

Perjalanan di kedua desa tersebut, hanya bisa ditempuh jalur darat yang melewati daerah perbukitan. Sebab akses sungai tidak mampu dilewati karena besarnya riam. Terlalu berbahaya dan risikonya besar.

"Perjalanan dari Kecamatan Ambalau, ditempuh selama 8 jam mengunakan longboat. Tapi itu hanya sampai di daerah Buntut Tambuk. Dari Tambuk ke Desa Kepala Jungai dan Jengkarang hanya bisa dilalui akses jalan darat sekitar 3 jam dengan berjalan kaki," ungkap Brigadir Palentinus.

Mereka pun melakukannya demi tugas negara. Membawa kotak-kotak suara di atas punggung. Layaknya memakai tas, namun dalam ukuran demikian besar. Dua kali perjalanan dengan jalan tanah yang lebih akrab dengan kaki telanjang. 

Ketua KPPS Desa Kepala Jungai, Martinus mengaku sangat tersentuh dengan perjuangan kedua anggota polisi ini. Mereka tetap semangat untuk melaksanakan tugas di TPS, sekaligus melakukan pengamanan di Desa Kepala Jungai dan Jengakarang. Tak ada keluhan. Bulir keringat jadi teman yang paling dekat.

"Tidak ada keluhan yang keluar dari mulut mereka, dan saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas dukungun penuh kepolisian, sehingga pelaksanaan Pilkada Jungai dan Jengkarang berjalan dengan aman, lancar dan damai," katanya. (babe/tantra andi/balasa)