Pasca Lebaran Permintaan BBM di Kalbar Turun

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 519

Pasca Lebaran Permintaan BBM di Kalbar Turun
BBM - Seorang pengendara sepeda motor mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU OSO Pontianak, belum lama ini. (Dok SP)
PONTIANAK, SP - PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalbar, menyatakan, permintaan BBM, di bulan Juli 2018 baik jenis premium, pertalite dan pertamax mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya.
   
"Menurunnya permintaan BBM tersebut, karena pada bulan Juni atau puncak Lebaran terjadi peningkatan permintaan, sehingga di bulan Juli kembali normal," kata Marketing Branch Manager Pertamina Kalbarteng, Teuku Johan Miftah di Pontianak, Rabu (11/7).
   
Ia menjelaskan, semua produk BBM (premiun, pertalite, dan pertamax) permintaannya mengalami penurunan hingga sebesar 20 persen dibanding bulan sebelumnya.
   
"Untuk pemakaian BBM jenis premium di Kalbar sebesar 600 kiloliter per hari, kemudian pertalite 900 kiloliter per hari, dan pertamax sekitar 30 kiloliter per hari," ujar Johan.
   
Johan menambahkan, penurunan permintaan BBM tersebut, lebih cenderung karena faktor bulan sebelumnya permintaan BBM meningkat, karena bersamaan dengan puncak arus mudik dan balik Lebaran, bukan semata-mata karena faktor kenaikan harga BBM non subsidi seperti pertamax series dan dex series mulai hari Minggu (1/7) lalu.
   
Sebelumnya, Region Manager Communication and CSR Pertamina Kalimantan, Yudi Nugraha menyatakan, Pertamina telah menaikkan atau menyesuaikan harga BBM khususnya pertamax series dan dex series mulai hari Minggu (1/7), dengan angka bervariasi di tiap-tiap daerah di Indonesia termasuk di wilayah Kalimantan serta Kalbar.
   
Ia menyatakan, penyesuian atau kenaikan harga di wilayah Kalbar berkisar antara Rp800 hingga Rp950 per liter. Penyesuaian harga BBM jenis pertamax, dexlite dan pertamina dex, merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik yang saat ini harganya sudah mencapai 75 dolar per barel. 
   
Yudi menambahkan penyesuaian harga BBM jenis pertamax, dexlite dan pertamina dex tersebut, dilakukan Pertamina sebagai badan usaha, dengan mengacu pada Permen ESDM No. 34/2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 39/2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.
   
Di wilayah Kalimantan Pertamina menetapkan harga pertamax Rp9.700 per liter, sedangkan untuk dex series, seperti ditetapkan pertamina dex Rp10.750 per liter, dan dexlite Rp9.200 per liter. Sementara BBM subsidi maupun penugasan seperti solar dan premium serta BBM jenis pertalite dan solar non subsidi besaran harganya tetap tanpa ada kenaikan. 
   
"Penyesuaian harga ini juga dalam rangka Pertamina tetap bisa bertahan untuk menyediakan BBM dengan pasokan yang cukup sesuai kebutuhan secara terus menerus sehingga tidak mengganggu konsumen dalam beraktifitas sehari-hari dimana pun," ujarnya. (ant/bob)