Upaya Menumbuhkan Jiwa Bahari, 50 Remaja Diajak Berlayar dengan Kapal Perang

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 193

Upaya Menumbuhkan Jiwa Bahari, 50 Remaja Diajak Berlayar dengan Kapal Perang
BERLAYAR – Para siswa saat ikut berlayar di kapal perang KRI Torani 860, Sabtu (14/7). Pelayaran ini sekaligus pembelajaran bagi siswa untuk mengenal Alutsista TNI AL. (Ist)
Pelayaran atau Joy Sailing Remaja Bahari, Dinas Potensi Maritim Lantamal XII  Pontianak, dalam program Bintal Juang Remaja Bahari (BJRB) tahun 2018 diikuti siswa-siswi pelajar setingkat SMU/SMK/SUPMN Kota Pontianak. Mereka bergembira bersama menaiki Kapal Perang KRI Torani 860.. Kapal ini berlayar membawa peserta BJRB untuk mengenal Alutsista milik TNI AL, Sabtu (14/7).

SP - Dalam pelayaran atau Joy Sailing yang diikuti 50 peserta Remaja Bahari melanjutkan rangkaian pembinaan BJRB selama tiga hari yang telah terlaksana.

Mereka dapat penjelasan tentang pengetahuan kebaharian, pengenalan Alutsista yang dimiliki KRI, baik berupa alat navigasi, dengan persenjataannya, maupun mengenalkan kehidupan di kapal.

Tujuan pelayaran ini, juga dalam upaya menumbuhkembangkan nilai-nilai bahari, jiwa nasionalisme, disiplin dan bersikap mental patriotik. Sehingga mampu membentuk karakter generasi muda bahari sebagai penerus bangsa yang kreatif, inovativ, dinamis dan berwawasan maritim.

Pada akhir pelayaran para peserta Bintal Juang Remaja Bahari mengikuti upacara penutupan di Mako Lantamal XII.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) XII, Laksamana Pertama TNI Greg Agung WD MTr (Han), yang diwakili Wadan Lantamal XII Kolonel Laut (P) Joko Sumitro, menutup secara resmi BJRB Lantamal XII Tahun 2018. Ditandai pelepasan tanda peserta dan pemberian Sertifikat BJRB, dalam suatu upacara di lapangan apel Mako Lantamal XII.

“Saya merasa bangga dengan adik-adik tunjukkan dengan penuh riang gembira kita dapat melihat indikator keberhasilan yang paling sederhana dari program BJRB ini. Seberapa besar materi yang telah disampaikan para pembina dapat diterapkan dalam kehidupan di tengah masyarakat nantinya,” kata Joko, kemarin.

Terlebih menurutnya, situasi yang berkembang saat ini adanya kerentanan terhadap generasi muda terhadap pengaruh narkoba, perkelahian pelajar, pengaruh teknologi informasi dan komunikasi serta paham dan aliran menyesatkan.

Untuk itu, perlunya kesadaran menjaga lingkungan hidup terutama menjaga kebersihan lingkungan sungai dan pesisir dari segala limbah atau sampah. Serta perlunya penataan lingkungan kawasan sepanjang tepi sungai menjadi kawasan yang indah bersih dan rapi.

Joko mengutarakan, para peserta merupakan kekuatan yang sangat potensial untuk memikirkan dan membangun bangsa dan negara Indonesia sebagai bangsa yang berwawasan maritim.

Pihak Lantamal berterima kasih dan memberikan penghargaan setingggi-tingginya kepada pihak sekolah, serta pihak yang telah mendukung terlaksananya penyelengaraan BJRB ini. (anugrah ignasia/and)