Distan-TPH Gelar Bimbingan Teknis, Peningkatan Kapasitas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se-Kalbar

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 288

Distan-TPH Gelar Bimbingan Teknis, Peningkatan Kapasitas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se-Kalbar
BIMTEK - Kepala Distan-TPH Kalbar, Heronimus Hero memberikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se-Kalbar di Hotel Garuda, Pontianak, Kamis (12/7). (Foto/Erviyanto)
PONTIANAK SP - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan-TPH) Kalbar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se-Kalbar di Hotel Garuda, Pontianak, Kamis (12/7).

Kepala Distan-TPH Kalbar, Heronimus Hero mengatakan, Bimtek dimaksudkan untuk menggerakkan BPP sebagai simpul para penyuluh pertanian.

"Tujuannya untuk menggerakkan, karena BPP inikan simpul koodinasinya para petugas penyuluh, mantri tani, pengamat organisme penggangu tumbuhan, dan pengawas benih tanaman," ujarnya. 

Hero menyebutkan, para penyuluh di BPP ini adalah ujung tombak Distan-TPH di daerah, khususnya di setiap kecamatan. Secara khusus, peningkatan kapasitas ini dimaksudkan agar BPP dapat lebih gencar dalam menggerakkan para petugas penyuluh pertanian.

"Bisa memobilisasi, menggerakkan masyarakat, khususnya pelaku usaha tani untuk meningkatkan produksi pangan," ucapnya.

Peserta Bimtek ini akan dibekali, di antaranya pengetahuan kebijakan pembangunan pertanian tanaman pangan dan holtikultura.

"Karena mereka harus tahu apa-apa yang menjadi target kita. Termasuk berapa luas yang harus ditanam di Kalimantan Barat, berapa produksi yang ingin dicapai 2018, dan apa strategi-strategi yang harus dijalankan," kata Hero.

Selain itu, peserta juga akan diperkenalkan dengan beberapa aplikasi informasi yang dapat mempermudah sistem kerja para penyuluh.

"Kemudian ada juga pemantauan untuk pemanfaatan alat mesin pertanian di lapangan, biar lebih efektif mendukung peningkatan produksi," tutur Hero.

Lebih lanjut, Kadistan-TPH Kalbar mengatakan, selain mempersolid para penyuluh yang ada di BPP, peningkatan kapasitas ini juga diharapkan dapat berdampak baik bagi para petani yang ada di Kalbar.

"Mereka harus semakin solid sebenarnya. Karena petani berharap besar pada para petugas di lapangan. Makanya, tadi saya sampaikan bahwa BPP ini simpul koordinasinya para petugas lapangan yang mendukung pembangunan pertanian. Nah, di situ mereka berfungsi sebagai sumbernya informasi bagi para petani khususnya. Kemudian sumber jaringan," tuturnya.

Menurut Hero, keberadaan BPP sangatlah strategis, di mana wadah yang berpusat di setiap kecamatan ini, dapat lebih memudahkan dalam hal koordinasi di tingkat daerah.

"Karena armada kita di provinsikan terbatas. Nah, BPP inikan di kecamatan, jadi di kecamatan inilah yang langsung ke desa-desa melalui penyuluhnya yang berkoordinasi dengan BPP agar lebih efektif menggerakkan," ucapnya.

"Total di Kalimantan Barat ini ada 145 (BPP). Memang ada beberapa kecamatan yang belum ada BPP, karena keterbatasan SDM. Jadi ada beberapa kecamatan masih gabung," kata Hero. (kombis)