Kalbar Berpotensi Besar Menjadi Sumber Pangan Nasional

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 318

Kalbar Berpotensi Besar Menjadi Sumber Pangan Nasional
MATERI - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Momon Rusmono saat menyampaikan materi pada Bimtek Penguatan Kapasitas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se-Kalbar. (Foto/Erviyanto)
PONTIANAK SP - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Momon Rusmono mengatakan, Kalimantan Barat berpotensi besar menjadi daerah sumber pangan di Indonesia, bahkan dunia.

"Saya melihat Kalbar sangat potensi untuk menjadi sumber pangan di Indonesia, bahkan dunia," ujarnya saat menyampaikan  materi pada kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se-Kalbar di Hotel Garuda, Pontianak, Kamis (12/7) kemarin.

Dari waktu ke waktu, kebutuhan pangan terus meningkat sementara luas lahan tanam yang ada semakin berkurang. Hal ini dikarenakan konversi lahan pertanian yang terus terjadi di sejumlah.

"Saya melihat luas lahan di Provinsi Kalbar ini cukup signifikan, sehingga masih berpeluang untuk bisa ditingkatkan, pertama dari luas tanamnya," kata Momon.

Ia menjelaskan, kondisi luas tanam di Kalbar masih sangat memungkin untuk ditingkatkan. Pada tahun ini, ungkapnya, kemungkinan Luas Tambah Tanam (LTT) bisa mencapai lebih dari 100 ribu hektare.

"Itu baru dari aspek tanaman padi saja. Kok bisa? Karena kita bisa memanfaatkan lahan-lahan kering ditanam dengan padi yang sesuai, yaitu padi gogo. Jadi potensinya punya di sini," katanya.

Aspek kedua bahwa Kalbar bisa menjadi daerah sumber pangan, Momon menilai, Sumber Daya Manusia (SDM) Kalbar yang ingin bekerja sangat besar.

"Dengan potensi SDM ada, perhatian dari provinsi dan kabupaten cukup tinggi, saya sangat berkeyakinan ke depan Provinsi Kalbar menjadi harapan untuk bisa meningkatkan potensi produk-produl pertanian," ucapnya.

Momon mengatakan, ke depan Indonesia tidak boleh lagi mengandalkan kebutuhan pangan ke provinsi yang ada di Pulau Jawa. Sebab konversi lahan yang cukup signifikan di sana.

"Karena konversi lahannya cukup signifikan, sehingga ya mau tidak mau ke depan harus beralih ke provinsi yang punya potensi, salah satunya adalah Provinsi Kalimantan Barat," tuturnya.

Kata Momon, guna mewujudkan Kalbar menjadi daerah sumber pangan, syarat pertama adalah kerja keras dari semua pihak untuk memaksimalkan seluruh potensi yang ada.

"Potensi itu, pertama dari potensi lahannya ada. Kedua, SDM-nya juga ditingkatkan kualitasnya. Yang ketiga, sarana dan prasarana pertaniannya juga perlu ditingkatkan. Karena kalau kita berbicara pertanian, itu harus ada lahannya, harus ada sarana produksi pertaniannya, benih, pupuk terutama. Harus ada sumber airnya, harus ada alsintannya, dan yang jauh lebih penting harus ada pengawalan dari penyuluh," kata dia.

"Nah lima komponen ini kalau saya lihat di Provinsi Kalbar dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian, ada peluang untuk ke sana," tutur Momon. (kombis)