Distan-TPH Kalbar Kumpulkan Penyuluh Pertanian

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 343

Distan-TPH Kalbar Kumpulkan Penyuluh Pertanian
PERTEMUAN - Distan-TPH Kalbar dan BPPSDMP Kementerian Pertanian RI menggelar pertemuan dengan para penyuluh pertanian di Hotel Garuda, Kamis (19/7). (SP/Shella Rimang)
PONTIANAK, SP – Badan Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Barat mengadakan pertemuan sinkronisasi kebijakan penyuluhan pertanian tahun 2018 dan rencana tahun 2019 di Hotel Garuda, Kamis (19/7). 

Kegiatan yang akan diselenggarakan selama dua hari itu dimaksudkan untuk menyosialisakan kebijakan penyuluhan kepada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) tingkat kecamatan. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Momon Rusmono mengatakan, ideal penyuluh di lapangan secara umum adalah satu desa memiliki satu penyuluh. 

“Ini amanat Undang-undang No 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan petani,” tuturnya. 

Sebagai beranda terdepan yang menangani penyuluhan di kecamatan, maka pertemuan itu mengundang para penyuluh dari 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat. Muatan lain yang termasuk dalam pembahasan kegiatan penyuluhan adalah Luas Tambah Tanam (LTT).

“Karena kita bermain di LTT sebagai salah satu outcome dari kerja penyuluh, makanya kita berbicara bagaimana menggerakkan penyuluh di tingkat lapangan,” ujar I Wayan Ediana, Kabid Program dan Evaluasi Kementerian Pertanian.

Basis data peserta yang ikut serta dalam penyuluhan adalah kecamatan yang memiliki potensi lahan tinggi atau sekitar 1.000 m2 ke atas. Untuk kecamatan yang memiliki lahan di bawah 1.000 m2 belum bisa diikutsertakan. 

“Bukannya diabaikan, tapi karena keterbatasan anggaran,” imbuh Wayan. 

LTT yang luas akan berdampak pada hasil produksi. Oleh sebab itu, dalam kegiatan penyuluhan dibahas tentang hasil produksi di Kalimantan Barat. Terkait dengan hasil produksi yang dievaluasi Oktober—Mei, Provinsi Kalimantan Barat sudah surplus sekitar 50.000 ha. 

Hasil itu belum maksimal, masih memerlukan berbagai upaya untuk meningkatkan hasil produksi.

Upaya-upaya yang disarankan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, yaitu percetakan sawah, penanaman padi gogo pada lahan kering, dan program peningkatan produktivitas. Berdasarkan hasil evaluasi sementara, tren di Kalbar positif. Pihak Kementerian Pertanian berkeyakinan bahwa produksi padi Kalbar pada 2018 bisa lebih dari 75.000 ton. Dan lagi, mereka sangat berharap akan kesejahteraan petani, sebab itulah yang menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Kementerian Pertanian. (lha/bob/kombis)