Sutarmidji Berang Pegawai Disporapar Pindah ke Kemenpora Tanpa Izin

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 702

Sutarmidji Berang Pegawai Disporapar Pindah ke Kemenpora Tanpa Izin
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji. (Dok SP)
PONTIANAK, SP - Wali Kota Pontianak,  Sutarmidji mengaku kesal terhadap salah seorang pegawai Pemkot Pontianak yang merupakan pegawai pada Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Kota Pontianak.

Hal itu dikarenakan ASN tersebut pindah dari Disporapar Kota Pontianak ke Kementerian Pemuda dan Olahraga tanpa melalui prosedur dan persetujuannya. Bahkan pegawai tersebut menurutnya telah dilantik sebagai pegawai pada Kemenpora.

Sutarmidji mengatakan bahwa pegawai tersebut merupakan pejabat eselon 3B. Dia mengatakan bahwa dengan adanya kejadian tersebut menunjukan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak mengerti aturan. 

"Amburadul itu urusannya kalau sudah begini. Saya suruh pilih, kalau dia tak kembali ke Pontianak saya suruh proses untuk berhentikan,” ujar Sutarmidji. Kamis (19/7).

Dia juga mengatakan bahwa dirinya telah menginstruksikan kepada pimpinan instansi terkait untuk melakukan prosesnya. 

“Kalau dia melakukan kepindahan pada Kemenpora karena tak melalui prosedur yang benar, saya juga akan minta yang bersangkutan untuk diproses," tuturnya.

Midji menyampaikan bahwa di dalam prosedur seharusnya ASN mengajukan permohonan terlebih dahulu ke Kemenpora dan setelah disetujui, maka ASN harus melaporkan lagi kepada Pemkot Pontianak. Apakah disetujui atau tidak, dan sebaliknya mengajukan di Pontianak terlebih dahulu dan setelah disetujui barulah dilantik di Kemenpora. 

"Intinya saya sebagai wali kota harus mengetahui dulu, jangan hanya main dilantik-lantik saja," kesalnya.

Dia mencontohkan ada pegawai lainnya yang meminta persetujuan untuk mengikuti lelang jabatan di Provinsi DKI Jakarta. Dia mempersilahkan selama segala sesuatunya dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada.

"Ini kita tahu-tahunya dia sudah dilantik di sana, kan gile kalau admistrasi dilanggar semua. Dikire die urusan birokrasi ini macam manajemen tukang sate? main potong-potong jak," ucapnya lagi.

Dia menegaskan jika hal tersebut  menunjukkan ada pelanggaran administrasi, bahkan karena yang menandatangi adalah menteri, maka yang bersangkutan pun menurutnya tidak mengerti aturan. 

"Kacau tuh, kalau menteri dah tak tahu aturan. Pokoknya kalau dia tak melaksanakan tugas di Pontianak kita berentikan titik," tambahnya lagi.

Sutarmidji juga meminta yang bersangkutan untuk menjelaskan mengapa sampai melanggar prosedur  yang ada. Dikatakannya bahwa jangan sampai ada surat-surat yang tidak sesuai aturan lolos dari pantauan. 

Menurutnya lagi, jika memang menteri melakukan prosedurnya dengan benar,  namun dirinya selaku wali kota tidak mengetahui, berarti ada surat yang tidak benar disampaikan kepada kementerian.

“Kalau memang tidak menggunakan  surat dan pengetahuan Pemkot Pontianak dia langsung dilantik di Kemenpora maka salahnya di kementerian itu juga," ucapnya.

Ditambahkannya apabila dia telah dilantik di pusat seharusnya sebelum itu dicopot terlebih dahulu dari jabatannya di Kota Pontianak.

Suara Pemred mencoba melakukan konfirmasi terhadap pegawai yang bersangkutan yang merupakan Kabid pada Disporapar Kota Pontianak, namun tidak mendapat jawaban. (Aan)