Tatap Muka Pastoral Uskup TNI/Polri dengan Umat Katolik se-Garnisun, Pangdam: Kemajemukan dan Toleransi Jadi Kekuatan Bangsa

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 160

Tatap Muka Pastoral Uskup TNI/Polri dengan Umat Katolik se-Garnisun, Pangdam: Kemajemukan dan Toleransi Jadi Kekuatan Bangsa
TATAP MUKA - Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Achmad Supriyadi memberikan sambutan pada kegiatan Tatap Muka Pastoral Uskup TNI/Polri dengan Umat Katolik se-Garnisun Pontianak, di Aula Makodam XII/Tpr, Rabu (18/7). (SP/Anugrah)
Keragaman yang ada di Kalimantan Barat merupakan kekayaan dan keindahan sebagai modal dasar dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, sangat penting untuk dirajut bersama dan dijaga dalam suatu bingkai kesatuan dan persatuan yaitu Bhineka Tunggal Ika.

SP - Demikian ungkapan yang disampaikan oleh Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi saat memberikan sambutan pada kegiatan Tatap Muka Pastoral Uskup TNI/Polri dengan Umat Katolik se-Garnisun Pontianak, di Aula Makodam XII/Tpr, Rabu (18/7).

"Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kadar keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, guna memantapkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air," kata Pangdam. 

Tatap muka seperti ini, juga merupakan sarana yang paling efektif untuk memelihara dan meningkatkan kebersamaan dalam membangun komunikasi dialogis, guna memperkuat dan mempererat kerja sama serta memberikan kontribusi yang terbaik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa kondisi wilayah Kodam XII/Tpr, yang saat ini membawahi dua provinsi, yaitu Provinsi Kalbar dan Kalteng, dengan keberagaman masyarakatnya yang majemuk.

“Bila kemajemukan tidak disikapi dengan baik, maka akan menimbulkan potensi acamanan, hal tersebut merupakan titik lemah yang mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin merongrong kedaulatan bangsa dan negara," katanya. 

Namun, bila kemajemukan tersebut dipotensialkan dengan baik, maka akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Nasional.

Dalam merawat sebuah wilayah dengan tingkat kemajemukan yang sangat tinggi, menurutnya bukanlah perkara mudah, apabila tidak dapat dikelola dengan baik, maka akan berbalik menjadi racun sosial (social poison) dan dapat mengarah kepada berbagai realita yang destruktif.

“Jadi untuk menjaga kemajemukan, bangun kesadaran sosial dan saling toleransi antar sesama. Sebab, keberagaman yang ada merupakan jati diri dan kekuatan bangsa yang harus terus dijamin keberlangsungannya hingga anak cucu kita,” tambahnya.

Panglima Kodam XII/Tpr pun berpesan, sebagai aparat negara harus mempunyai keimanan yang kuat untuk menjadi pribadi yang baik dan menjadi penggerak dan aktif dalam kegiatan keagamaan serta memberi kontribusi terbaik untuk rakyat. 

“Mari bersama-sama belajar dari nilai-nilai agama dan menjadikan agama sebagai pedoman dan pegangan bagi umat Katolik dimanapun berada,” ucapnya.

Diakhir sambutannya, Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, memohon doa kepada Uskup untuk seluruh prajurit Kodam XII/Tpr yang saat ini sedang melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan RI-Malaysia dan RI-Papua Nugini, untuk Kontingen PORAD Kodam XII/Tpr yang akan dilaksanakan pada 20 hingga 29 Juli 2018, dan untuk tim lomba Piala Kasad yang akan berlaga di Cilodong. Supaya apa yang sudah dipersiapkan dan dilatihkan mendapat prestasi yang membanggakan.

Hadir saat acara tersebut, Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, Uskup TNI/Polri, Monsinyur Profesor, Dr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Pontianak, Monsinyur Agustinus Agus Projo, Pastor Bantuan Militer dan Polisi, Romo Rufinus Neto Wully, Danlantamal XII, Danlanud Supadio dan Wakapolda Kalbar serta seluruh umat Katolik keluarga besar TNI-Polri se-Garnisun Pontianak. (anugrah ignasia/bob)