Dikira Bom, Paket JNE di Polda Kalbar Ternyata Alat Elektronik yang Salah Kirim

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 796

Dikira Bom, Paket JNE di Polda Kalbar Ternyata Alat Elektronik yang Salah Kirim
Paket kotak mencurigakan yang sempat diduga berisi bom di pos penjagaan Polda Kalbar, Jumat (20/7). (Ist)
PONTIANAK, SP - Petugas pos penjagaan Polda Kalbar mengamankan sebuah paket kotak mencurigakan yang sempat diduga berisi bahan peledak, Jumat (20/7) sore.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Purnomo, menjelaskan bahwa sekira pukul 17:00 WIB, seorang kurir jasa pengiriman JNE atas nama TH, mengantar paket ke pos penjagaan Polda Kalbar, dengan tujuan Rutan Polda Kalbar, yang menurutnya berisi makanan. 

Namun saat dilakukan pengecekan oleh petugas piket penjagaaan, paket tersebut ternyata berisi barang sejenis alat elektronik dan terlihat seperti ada kabel berwarna putih dan hijau di dalam paket tersebut. 

Perbedaan ini dan penyampaian dari kurir ini membuat anggota piket penjagaan Polda Kalbar menaruh curiga.

Sebagai bentuk kewaspadaan dari petugas, paket tersebut langsung diamankan, yang selanjutnya dilakukan pengecekan oleh anggota Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Kalbar.

“Setelah dilakukan penanganan oleh anggota Jibom Sat Brimob Polda kalbar, untuk saat ini paket tersebut sudah di disposal (diurai),” jelasnya.

Nanang menyampaikan, dari hasil intorgasi terhadap kurir JNE yang mengantar paket, bahwa paket tersebut dikirim dari Bekasi dengan No.resi : 071910010759018, dengan tujuan kepada tersangka kasus narkoba atas nama MO, yang saat ini sedang dilakukan penahanan di Rutan Polda Kalbar. 

Saat dilakukan interogasi terhadap tahanan wanita atas nama MO, dibenarkan bahwa dirinya memesan paket berupa makanan berupa rendang, telur puyuh, ikan cair dan sambal balado dari ibu salah satu tahanan lain dengan perkara yang sama, atas nama DS.

“Tim melakukan introgasi terhadap sdri DS, bahwa benar saudari MO pernah memesan paket makanan dari ibunya,” ujar Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Purnomo.

Dijelaskan Nanang bahwa paket yang dikirim tersebut ternyata tertukar dengan paket lain yang berisi alat elektronik, yang seharusnya dikirimkan ke Mega Mall Pontianak. (rah)