Distan-TPH Kalbar Komitmen Bangun SDM Pertanian

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 494

Distan-TPH Kalbar Komitmen Bangun SDM Pertanian
FOTO BERSAMA - Para peserta Pertemuan Sinkronisasi Kebijakan Penyuluhan Pertanian foto bersama, di Hotel Garuda, Jumat (20/7). (SP/Shella Rimang)
PONTIANAK, SP – Pertemuan sinkronisasi kebijakan penyuluhan pertanian yang diadakan oleh BPP Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian berakhir hari  ini, Jumat (20/7). 

Dalam kegiatan penutup itu, kembali dihadirkan beberapa narasumber untuk membekali peserta BPP dari empat belas kabupaten/kota. Fokus yang disampaikan adalah Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pertanian.

“Sumber daya manusia itu mulai dari petaninya, penyuluhnya, dan pelaksana utama yang terkait,” papar Sofian Suri, Kabid Penyuluhan dan Pengembangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Barat. 

SDM dalam bidang pertanian harus saling bersinergi untuk meningkatkan hasil produksi, terutama di Kalimantan Barat. Oleh sebab itu, kata Sofian, para penyuluh dikumpulkan dalam pertemuan sinkronisasi supaya mereka ingat tentang tugas di lapangan, yaitu mendampingi petani. 

Tujuannya tentu untuk menyukseskan program penyuluhan program pertanian dan kelembagaan penyuluh baik di kecamatan maupun di kabupaten. 

Sejalan dengan pernyataan Sofian tentang tujuan diselenggarakan pertemuan para penyuluh se-Kalimantan Barat, Kepala Dinas Pertanian TPH pun turut berpendapat. Menurutnya, unsur yang paling dalam pertanian adalah sumber daya manusianya. 

“Sebenarnya secara kinerja, Kalbar sudah bagus. Tetapi kita ingin meningkatkan lebih optimal lagi. Salah satunya melalui SDM pertanian,” tutur Heronimus Hero.

Menurut Heronimus, kunci komponen SDM pertanian berada di BPP. Makanya, meskipun tidak memiliki cukup anggaran, kegiatan penyuluhan tetap dilaksanakan. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja para penyuluh terutama dalam memotivasi dan menggerakkan masyarakat petani untuk meningkatkan produksi pangan.

Seperti yang disampaikan pihak Kementerian Pertanian di hari pertama penyuluhan, sekali lagi Heronimus mengingatkan tentang kesejahteraan petani. 

Menurut dia, kesejahteraan petani melekat dengan cara mereka bertani. Oleh karena itu, tugas penyuluh adalah menggiring dan mendampingi petani, agar mengelola pertanian dengan lebih baik. 

“Dengan pertanian yang lebsih baik, pasti mereka akan meningkatkan produksi dan produktivitas. Jika kedua hal itu sudah meningkat, pasti arah orientasinya ke pasar. Jadi, pemasukan petani pasti akan meningkat dan kesejahteraan bisa dicapai,” tutupnya. (lha/kombis/bob)