Pemkot akan Tertibkan Warung Depan RS Soedarso

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 432

Pemkot akan Tertibkan Warung Depan RS Soedarso
Ilustrasi. (Net)
PONTIANAK, SP - Pemerintah Kota Pontianak, melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak akan melakukan penertiban kios-kios dan warung pedagang di depan RSUD Soedarso Pontianak, termasuk di depan terminal.

“Mereka dulu punya izin, tapi sudah beberapa tahun terakhir kita tidak lagi menarik retribusi. Artinya mereka itu akan kita pindahkan,” ujar Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Hariyadi S Triwibowo, Kamis (19/7).

Pemerintah Kota Pontianak melalui DKUMP Kota Pontianak, sudah mencarikan solusi bagi masyarakat yang memiliki kios dan masih berjualan aktif, di antaranya dengan diberikan lokasi berdagang lain, seperti di Pasar Tengah untuk kuliner, serta masih banyak pasar lain yang masih kosong.

“Silahkan mereka masuk,” ujarnya.

Selain menjadi lokasi berjualan, warung-warung di depan RSUD Soedarso Pontianak juga menjadi tempat tinggal hingga bagian dapur yang memakan badan sungai, sehingga menjadi kumuh dan kotor.

Alasan pemindahan ini, dikarenakan Pemkot Pontianak dalam waktu dekat akan melakukan pembangunan pelebaran jalan, sebagai akses masyarakat banyak.

“Maka jalan keluarnya, mereka sesuai dengan arahan Bapak Walikota, mereka nanti yang tinggal disana dan berjualan, dia tidak boleh lagi berjualan dan tinggal disana, kita berikan alternatif prioritas mereka diperbolehkan tinggal di Rusunawa,” imbuhnya.

Saat ini, Pemkot Pontianak memiliki dua buah Rusunawa, yaitu di Harapan Jaya dan di Jalan Karet.

Semua kios dan pedagang pada lokasi tersebut, nantinya akan ditertibkan semua. Bahkan, saat ini menurutnya sudah ada beberapa yang telah ditertibkan dan bahkan sejumlah warung dan kios telah ada yang kosong.

“Tentu nanti, prioritasnya kita tertibkan yang sudah kosong-kosong, yang tidak berjualan,” tuturnya.

Pihaknya juga akan selektif memberikan tempat penampungan, konpensasi dan bantuan tali asih bagi pedagang, agar dapat mencari lokasi berjualan dan lokasi tinggal lain.

Namun bagi pedagang yang sudah tidak berjualan lagi disana, namun masih ingin meminta tempat, tentu pihaknya tidak akan memberikan. Sebab Pemerintah Kota telah memiliki data terkait para pedagang disana.

Pada Kamis (19/7) sore, pihaknya kembali akan melakukan pengecekan ke lapangan, bahkan pada minggu sebelumnya petugas juga telah turun ke lapangan untuk melakukan pengkajian.

“Itu mau dibuat jalan paralel,” tuturnya.

Relokasi ini akan dilakukan dalam waktu dekat, bahkan Hariyadi menegaskan bahwa ini bukan merupakan penggusuran, namun mencarikan lokasi berjualan lain.

“Lain ya dengan kita menggusur, itu tidak ada solusi, kita ada solusi,” tambahnya.

Terkait kios dan warung yang ada lebih banyak merupakan rumah makan yang juga memudahkan para keluarga pasien RSUD Soedarso Pontianak, dia mengatakan pihaknya masih akan memikirkan bagaimana penataan yang baik.

Namun yang jelas kegiatan di atas jalan maupun badan sungai tidak diperbolehkan, karena merupakan fasilitas umum.

Saat ini pedagang yang berada di depan RSUD Soedarso Pontianak berjumlah sebanyak kurang lebih 47 pedagang. Namun, pihaknya akan melakukan pengecekan kembali berapa sesungguhnya pedagang yang benar-benar berjualan di sana. (rah/bob)