Suara Pemred Juara Anugerah Jurnalistik Polri 2018, Kisahkan Perjuangan Perempuan Multi Etnis Jaga Pilkada Damai

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 426

Suara Pemred Juara Anugerah Jurnalistik Polri 2018, Kisahkan Perjuangan Perempuan Multi Etnis Jaga Pilkada Damai
SABET JUARA - Jurnalis Suara Pemred, Agus Wahyuni berjudul "Perjuangan Perempuan Multi Etnis Menjaga Pilkada Damai di Kalbar" menyabet juara pertama untuk Kategori Online, Anugerah Jurnalistik Polri 2018 di Gandaria City, Jakarta, Rabu (18/7). (Ist)
Naskah karya Agus Wahyuni, berjudul "Perjuangan Perempuan Multi Etnis Menjaga Pilkada  Damai di Kalbar" menyabet juara pertama untuk Kategori Online, pada malam penghargaan, Anugerah Jurnalistik Polri 2018 di Gandaria City, Jakarta, Rabu (18/7).

SP - Naskah feature mengisahkan peran perempuan, khususnya ibu rumah tangga di Kalbar, yang rela mengedukasi para ibu rumah tangga lainnya. Caranya, melalui diskusi dan silaturahmi dari rumah-ke rumah, demi memberikan referensi rekam jejak para calon Gubernur Kalbar. 

Naskah ini menarik perhatian dewan juri lomba. Apalagi tujuan dari tema yang diangkat, bagaimana mengangkat partisipasi pemilih, khususnya pada kalangan perempuan.

Pada lomba jurnalistik Polri kali ini, Divisi Humas Polri melibatkan para dewan juri yang berkompeten. Mereka di antaranya, Ketua KPI Yuliandre Darwis, Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo, mantan Pemimpin Redaksi Metro TV Putra Nababan, fotografer kondang di Indonesia Darwis Triadi, dan sejumlah tokoh nasional lainnya.

"Tema karya para pemenang memiliki nilai berita yang humanis dan menarik. Selain data dan kedalaman estetika naskah," kata Yuliandre, mewakili dewan juri pada malam puncak pemberian penghargaan kepada pemenang.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, tujuan dari digelarnya lomba jurnalistik Polri dengan tema “Bersama Polri Wujudkan Pilkada Damai 2018” guna menjaga seluruh daerah yang menyelenggarakan Pilkada bisa damai. Media punya peran besar untuk menciptakan suasana adem dengan memberikan berita yang edukatif dan positif. 

Selain media, masyarakat umum juga mempunyai andil besar untuk membantu menjaga situasi aman, dengan tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks yang sedang marak dan berkreasi membuat konten positif di media sosial.

"Karena sebenarnya, menjaga negeri tetap damai menjadi tugas semua warga negara," kata Setyo.

Sejak pendaftaran dibuka pada 23 Maret sampai 27 Juni 2018, terdapat 641 peserta yang mengikuti lomba melalui karya jurnalistik, foto dan komik. Penjurian telah dilaksanakan pada 5 Juli 2018.

Setyo menyebutkan, kompetisi ini untuk mendorong jurnalis, kalangan muda dan pelajar untuk membuat karya terbaik para insan pers di media mereka. 

Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo memberikan apresiasi kepada Suara Pemred. Di mana jurnalisnya bisa meraih prestasi.

"Prestasi ini menjadi suatu kebanggaan yang tidak dapat dinilai dengan materi, karena sudah membawa nama baik wilayah Kalimantan Barat," kata Nanang. 

Selain juara satu pada Kategori Online, jurnalis Suara Pemred lainnya, Nurhadi yang merupakan biro Kabupaten Sambas, juga masuk dalam nominasi karya foto terbaik. (andriadi pp)