Soroti Masalah Sampah, Dua Pemuda Kalbar Ikut Program Nasional Kemenpora

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 343

Soroti Masalah Sampah, Dua Pemuda Kalbar Ikut Program Nasional Kemenpora
Nizar dan Kader mewakili Kalbar dalam pembekalan PEPELINGASIH 2018. (Ist)
PONTIANAK, SP - Kabar gembira datang dari dua orang pemuda berprestasi asal Kalbar. Adalah Nizar, pemuda asal Kota Pontianak dan Kader, pemuda asal Kabupaten Sambas.

Keduanya terpilih untuk mengikuti pembekalan Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (PEPELINGASIH) tahun 2018 yang digagas oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga di Wisma Soegondo Djodjopoespito, Cibubur, Jakarta Timur, sejak Senin (16/7) lalu.

Dalam pembukaan kegiatan itu, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah mengatakan bahwa Presiden RI telah sering menyoroti permasalahan pengelolaan sampah di Indonesia, serta peran para generasi muda untuk memperhatikan permasalahan yang sudah terbilang darurat ini.

“Sesuai amanat Presiden Joko Widodo, dalam berbagai kesempatan menyoroti problem pengelolaan sampah di Indonesia, yang masuk dalam kategori darurat. Para Pemuda jangan tinggal diam, bahkan harus jadi penggerak dalam mengaatasi mmasalah sampah,” katanya.

Saat ini di berbagai kota besar di Indonesia, sampah menjadi permasalahan pelik yang memang sukar untuk diatasi. Sampah erat kaitannya dengan budaya hidup bersih dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, hidup sehat dan keberlangsungan ekosistem.

Untuk itulah, generasi muda Indonesia harus memiliki peran dan kontribusi penting dalam begerak dan menggerakkan komponen masyarakat untuk bersama-sama pemerintah untuk menanggulangi persoalan tersebut.

Nizar, peserta dari Kota Pontianak yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku sangat beruntung karena bisa bertemu dengan para pemuda dari seluruh Indonesia untuk belajar dan sharing ilmu tentang bagaimana isu permasalahan sampah yang ada di berbagai Kota di Indonesia.

Sebagai pemuda yang mewakili daerah masing-masing, dia berharap setelah dilaksanakannya kegiatan ini maka akan muncul aksi-aksi nyata yang dilakukan oleh pemuda untuk mengatasi konflik lingkungan, terutama berkaitan dengan pengelolaan sampah.

"Pemuda itu harus bisa beraksi nyata dan berkolaborasi dengan seluruh elemen yang ada" ujar Nizar.

Aksi nyata tersebut juga diharapkannya agar dampak positif yang dihasilkan juga besar bagi lingkungan serta masyarakat Indonesia.

Kegiatan yang digelar oleh Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda ini, diikuti perwakilan pemuda dari 34 Provinsi.

Selain itu, kegiatan ini juga bekerjasama dengan Dinas Pemuda diseluruh Indonesia, PLAN–B (Planet Bikers Indonesia), GGI (Green Generation Indonesia), YFCC (Youth for Climate Change), Greenhope, World Clean Up Day, Pas Murai Ecoplas, dan Komunitas Penggiat Lingkungan. (rah)