Mahasiswa Siap Tagih Janji Midji-Norsan tentang Sekolah Gratis

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 593

Mahasiswa Siap Tagih Janji Midji-Norsan tentang Sekolah Gratis
Presiden Mahasiswa BEM Rema IKIP PGRI Pontianak, Zulkifli. (SP/Iat)
PONTIANAK, SP - KPU Kalbar telah menetapkan Sutarmidji-Ria Norsan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar terpilih 2018-2023, Selasa (24/7) kemarin.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) REMA IKIP PGRI Pontianak pun menyambut baik penetapan itu. Mereka mengaku siap menagih janji-janji Sutarmidji-Ria Norsan saat kampanye.

"Bagi kami siapa pun terpilih tidak ada persoalan, yang pasti kami mahasiswa menyambut telah ditetapkannya pemimpin Kalbar yang baru, dan pada prinsipnya kami juga siap untuk selalu mengawasi kinerja mereka nantinya. Terutama janji-janji di bidang pendidikan," kata Presiden Mahasiswa BEM REMA IKIP PGRI Pontianak, Zulkifli, Rabu (25/7).

Pihaknya berharap pemimpin terpilih harus tetap amanah, dan janji-janji pada saat kampanye harus direalisasikan secara keseluruhan.

Penenegasan itu terkait dengan program Midji-Norsan di bidang pendidikan, dimana sekolah gratis yang telah dijanjikan harus dijalankan secara adil.

"Terutama di bidang pendidikan, harapannya sekolah gratis yang telah janjikan dapat terealisasikan secara merata, tidak hanya di kota dan sekitarnya saja, akan tetapi daerah perbatasan maupun pedalaman pun harus merasakan juga program tersebut," jelasnya.

Selain itu, Zulkifli juga menyoroti terkait infrastruktur pendidikan agar menjadi perhatian serius. Sehingga anak-anak sekolah dapat mendapat pendidikan yang layak.

"Infrastruktur-infrastruktur yang menunjang kelancaran pendidikan ini pun harus dibenahi pula, seperti akses jalan ke sekolah, bangunan sekolah, fasilitas sekolah dan juga guru-guru honor pun harus lebih diperhatikan lagi untuk ke depannya," tegasnya.

Dirinya juga berharap kepada gubernur dan wakil gubernur terpilih untuk merangkul semua elemen masyarakat dalam menjalankan kepemimpinan sebagai kepala daerahnya nantinya.

Menurut Zulkifli tidak menjadi persoalan apabila pemimpin yang terpilih mengadopsi program-program dari calon yang kalah. Yang terpenting bagaimana ke depannya semua harus bersama-sama membangun Kalbar.

"Yang terpenting baik yang kalah maupun yang menang dalam proses demokrasi harus bersikap negarawan. Semuanya, siapapun itu harus berkolaborasi membangun Kalbar ke depan," tuturnya.

Tidak lupa juga dirinya mengapresiasi penyelenggaraan Pilkada Kalbar dapat berjalan dengan sukses, aman dan damai.

Menurutnya ini kabar baik dari Kalbar untuk Indonesia. Yang mana mampu menjawab lampu kuning dari pusat terkait dengan zona rawan konflik pada Pilkada Serentak. Masyarakat Kalbar sudah memberikan contoh yang baik untuk demokrasi di Indonesia. (iat)