Polresta Gencarkan Sosialisasi Cegah Karhutla

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 192

Polresta Gencarkan Sosialisasi Cegah Karhutla
KARHUTLA - Personel Polresta Pontianak berjibaku memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah hukumnya, kemarin. (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP - Polresta Pontianak saat ini secara gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam melakukan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya.

"Dalam penanganan Karhutla, kami melakukan upaya pencegahan dan penindakan hukum kepada pelaku Karhutla, yang kini sudah dua tersangka Karhutla yang sedang dilakukan proses hukum," kata Kapolresta Pontianak, Kombes (Pol) Wawan Kristyanto di Pontianak, Selasa (31/7).

Ia menjelaskan, dalam sosialisasi tersebut dilakukan dengan patroli-patroli dalam mengimbau kepada masyarakat, agar tidak membuka lahannya dengan cara dibakar.

"Selain itu, kegiatan tersebut juga dalam melakukan deteksi dini dalam mencegah Karhutla di wilayah hukum Polresta Pontianak," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Didi Haryono memastikan akan menindak tegas siapapun pelaku pembakaran hutan dan lahan.

"Tindakan tegas tersebut, karena dampaknya Karhutla sangat mengganggu ekosistem, transportasi udara, dan merusak kesehatan, apalagi pencemaran udara ini akan membayangi perhelatan Asian Games 2018," kata Didi Haryono.

Ia menjelaskan, pihaknya saat ini sudah mengamankan dua pelaku pembakaran lahan, yang saat ini dalam proses hukum di Polresta Pontianak.

Ia kembali menegaskan bila mendapati adanya pihak-pihak yang secara sengaja membuat kebakaran hutan dan lahan, maka akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.

Menurut dia, pihaknya bersama badan penanggulangan bencana telah menggandeng para pengusaha sektor perkebunan untuk melakukan aktivitas pemadaman.

"Mereka (sektor perkebunan) sudah siap semuanya, sudah melakukan simulasi, apel desa siaga api sampai dengan apel siaga terpadu pencegahan kebakaran lahan, kebun dan hutan dengan melibatkan semua pihak," katanya.

"Sehingga, mereka menjadi tim inti yang bertugas mengantisipasi dan mengendalikan kebakaran lahan apabila terjadi di areal kebun dan sekitarnya," lanjutnya lagi.

Apabila terjadi kebakaran atau titik panas yang termonitor melalui satelit, personel di lapangan langsung segera mendatangi dan melakukan upaya penyiraman untuk memadamkan kebakaran tersebut.

Sementara, dari pihak kepolisian, Polda Kalbar menerjunkan personel Sabhara dan Binmas dari tingkat polda sampai dengan pos polisi untuk mengantisipasi kebakaran hutan.

"Sementara bagi masyarakat, saya sudah mengeluarkan maklumat agar mereka tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Data Polda Kalbar, mencatat ada sebanyak 182 desa dari 2.130 desa di Kalbar rawan kebakaran hutan dan lahan. (ant/bob)