Persatuan Jaksa Indonesia Dampingi AJ, Pemberitaan Diminta Berimbang

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 1108

Persatuan Jaksa Indonesia Dampingi AJ, Pemberitaan Diminta Berimbang
Sekretaris PJI Kalbar, Gerson AS (kiri), AJ (tengah) dan Asisten Bidang Intelijen, Chandra Yahya Wello (kanan) saat memberikan keterangan. (SP/Rah)
PONTIANAK, SP - AJ, seorang Jaksa di Pengadilan Tinggi Kalbar dilaporkan oleh MA (35), mantan istrinya kepada pihak kepolisian atas dugaan tindakan asusila terhadap anak kandungnya sendiri. Dugaan itu juga telah dilaporkan pada Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar.

Terkait hal ini, Sekretaris Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) Wilayah Kalbar, Gerson AS, menyatakan akan mendampingi AJ dengan memberikan bantuan hukum yang diperlukan. Pihaknya juga akan melakukan langkah hukum sebaliknya dengan melakukan pelaporan.

“Jadi dari PJI wilayah Kalbar kita juga nanti akan mengawal kasus ini sesuai dengan tupoksi kita,” katanya dalam pertemuan dengan awak media di ruang Asisten Bidang Intelijen, Kantor Kejaksaan Tinggi Kalbar, Senin (6/8) siang.

Dia mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan pembelaan terhadap hal yang salah, namun pihaknya akan memporsikan atau menempatkan pembelaannya.

Jika memang fitnah, maka pihaknya akan meminta pertanggungjawaban dari pelapor. Namun jika memang pemberitaan yang ada mengandung fakta yang tidak terbantahkan menurut hukum, maka tetap juga pihaknya akan memberikan punishment.

“Jadi kita akan mengikuti perkembangannya,” imbuhnya.

Terhadap langkah yang akan ditempuh, maka PJI akan tetap melakukan pendampingan.

Sementara Asisten Bidang Intelijen, Chandra Yahya Wello mengatakan bahwa seharusnya pemberitaan yang ada menghormati atau menggunakan azaz praduga tak bersalah, dengan melakukan konfirmasi kepada jaksa tersebut.

"Sebab pemberitaan yang ada telah membuat terlapor menjadi sangat terpukul," katanya.

Untuk itu, pihaknya ingin mengklarifikasi dan menggunakan hak jawab terhadap pemberitaan yang ada, agar pemberitaan berimbang. Sebab dalam hal ini perlu ada pembuktian dan pemeriksaan yang tidak mudah. 

“Bukan kita mencari pembenaran, tapi semata-mata untuk berimbang,” ujarnya.

Dia mengatakan jaksa selaku terlapor yang ada dalam pemberitaan juga telah melakukan klarifikasi terhadap dirinya dan membantah pemberitaan itu.

Menurutnya AJ selaku terlapor menyatakan bahwa pemberitaan yang ada cenderung merupakan fitnah yang semata-mata untuk merusak nama baik. Hal itu juga berdampak terhadap intitusi Kejaksaan Tinggi Kalbar.

Selain itu, terkait laporan yang disampaikan oleh MA (35), yang merupakan mantan isteri AJ, tentu sepenuhnya diserahkan kepada institusi terkait.

“Kami yakin mereka bekerja secara profesional, integritas dan akan membuktikan juga kebenaran, itu juga tidak kita kesampingkan,” tambahnya.

Terkait indikasi fitnah yang disampaikan oleh MA dihadapan media, pihaknya juga akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan balik atas perbuatan tersebut.

“Karena negara kita negara hukum, tidak ada yang kebal terhadap hukum,” ucapnya lagi.

Chandra meminta kepada media, agar melakukan pemberitaan yang berimbang karena dalam pemberitaan tersebut belum ada klarifikasi dari terlapor.

Berita yang sudah tersebar di seluruh Indonesia tersebut tentu memberi dampak. Selain itu pihaknya juga meminta dilakukan pengawalan, agar berita tetap netral dan berimbang, agar tidak ada tendensi untuk menjatuhkan nama pribadi jaksa, keluarga maupun lembaga. (rah)