Polisi Buru Pembuang Bayi di Sungai Raya Dalam

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 193

Polisi Buru Pembuang Bayi di Sungai Raya Dalam
Ilustrasi. (Net)
PONTIANAK, SP - Warga Jalan Sungai Raya Dalam, Komplek Sejahtera I, Nomor 16B, Kelurahan Bangka Belitung Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, menemukan seorang bayi yang tergeletak di depan rumah, Selasa (7/8) dini hari.

Kapolsek Pontianak Selatan, Kompol A Mukhtar mengatakan, bahwa pihaknya masih akan terus mencari siapa pelaku pembuangan bayi tersebut yang saat ini masih dalam pengusutan.

“Kita cari siapa pelakunya yang membuang bayi itu,” ucapnya.

Dikatakan Mukhtar bahwa saksi menemukan bayi tersebut saat pulang ke rumah setelah dari rumah orangtuanya yang terbaring di atas kursi dekat pintu rumahnya.

Selanjutnya, saksi langsung melaporkan penemuannya kepada RT setempat, sehingga Ketua RT menghubungi Polsek Pontianak Selatan.

“Setelah mendapat informasi, pihak kami, Polsek Selatan, mendatangi TKP dan diketahui ditemukan bayi berjenis kelamin laki-laki, berkulit putih, tali pusar masih basah,” jelasnya.

Saat ditemukan, bayi tersebut dibalut oleh kain lampin, ditemukan pula sebuah botol susu, serta satu kotak susu bubuk.

Kemudian bayi tersebut dibawa ke RS Anton Sujarwo, untuk diperiksa kondisinya. Saat ini bayi tersebut dalam keadaan sehat dan masih berada di RS.

Diperkirakan bahwa usia bayi tersebut baru berusia sekira empat hari.

Saat awak media berada di RS Anton Sujarwo untuk mengetahui informasi penemuan bayi tersebut, telah ada beberapa ibu-ibu yang menunggu untuk mengadopsi bayi tersebut.

Terkait hal itu, Mukhtar mengatakan untuk melakukan adopsi harus ada persyaratan-persyaratan yang dilengkapi. Menurutnya sudah ada beberapa orang juga yang menghubungi dirinya untuk mengadopsi bayi tersebut.

Salah satu warga yang telah berada di RS Anton Sujarwo yang berniat mengadopsi anak tersebut atas nama Heni (28), warga Jalan Tabrani Ahmad. Ia mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi penemuan bayi tersebut dari grup kantornya.

Setelah mampir ke kantor sebentar, dirinya langsung bergegas menuju RS Anton Sujarwo sejak pagi.

“Saye sih kali memang rezeki saye mau adopsi, saye kan udah nunggu lama, tapi kalo memang belum rezeki ya udah lah,” ucapnya.

Sejak pagi menurutnya memang sudah ada beberapa orang yang datang ingin mengadopsi serta ikut menunggu. 

Menurutnya pihak RS meminta dirinya menunggu hingga siang, untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.

Heni mengaku dirinya siap melengkapi apapun syarat yang diharuskan untuk melengkapi prosedur adopsi.

“Yang penting benar-benar jak,” katanya.

Dia mengaku memang belum memiliki anak sejak menikah lima tahun yang lalu.

“Doakan semoga saya yang dapat,” harapnya. (rah/bob)