Jelang Asian Games, Polda Kalbar Tangkap 152 Tersangka Kejahatan Jalanan

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 364

Jelang Asian Games, Polda Kalbar Tangkap 152 Tersangka Kejahatan Jalanan
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menunjukan barang bukti kejahatan. (SP/Anugerah)
PONTIANAK, SP - Polda Kalbar beserta Polres jajaran, berhasil menjaring sebanyak 152 orang tersangka dalam operasi cipta kondisi menjelang Asian Games ke XVIII yang dilaksanakan sejak tanggal 6 Juli hingga 6 Agustus 2018.

Upaya yang dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Kalbar beserta Satreskrim Polres jajaran ini, dilakukan sebanyak 596 operasi, dengan 508 pelaku yang menjalani pembinaan.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono yang menyampaikan rilis di Polda Kalbar, Kamis (9/8), mengatakan bahwa operasi ini terkait dengan Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (KKYD), yang merupakan arahan langsung dari Kapolri kepada seluruh Kapolda.

KKYD tersebut dilaksanakan untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, agar dalam melaksanakan aktifitas, bisa terjamin dengan baik.

“Apalagi saat ini kita sedang menggelorakan Asian Games ke XVIII yang akan dimulai pada tanggal 18 Agustus, sampai dengan 2 September,” ujarnya.

Untuk itu, negara harus benar-benar menjaga keamanan negara, dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.

Kegiatan kepolisian yang ditingkatkan ini menyasar kejahatan-kejahatan premanisme, jambret, pencurian, narkoba jalanan, penganiayaan, miras dan penyalahgunaan senjata tajam, yang masuk dalam kategori penyakit masyarakat dan kejahatan jalanan.

“Ini merupakan suatu cipta kondisi, bagi seluruh warga Kalimantan Barat,” imbuhnya.

Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kalbar yang sekira 5 juta lebih, pelaku sebanyak 508 orang ini hanya sekira beberapa persen saja.

Jumlah persentase memang cenderung sedikit, namun apabila tidak dilakukan tindakan atau upaya hukum, maka dipastikan akan mengganggu masyarakat lainnya.

Dari sejumlah kasus tersebut, kasus yang cukup menonjol menurutnya diantaranya kasus penganiayaan penjaga jam oleh seorang laki-laki serta kasus pembunuhan terhadap anak angkat yang berumur 4 tahun.

“Ini kalau tidak diambil tindakan tegas, akan jadi apa nantinya,” tambahnya.

Untuk itu, dalam penanganannya akan diberikan tuntutan hukum yang keras terhadap kejahatan tersebut. (rah)