Pemprov Kalbar Dapat Pinjaman Tanah di TMII

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 290

Pemprov Kalbar Dapat Pinjaman Tanah di TMII
PERJANJIAN - Sekretaris Kemensetneg, Setya Utama, dan Sekda Kalbar M Zeet Hamdy Assovie saat menandatangani perjanjian yang berlangsung di Jakarta, kemarin. (Ist)
PONTIANAK, SP- Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Pemerintah Provinsi Kalbar melaksanakan perjanjian pinjam pakai tanah milik Kementerian Sekretariat Negara yang digunakan untuk Anjungan Daerah Provinsi Kalbar di Kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII). 

Perjanjian ini berlangsung di ruang rapat Gedung Sasono Utomo TMII, Jalan Raya Taman Mini Jakarta Timur, Selasa (7/8) kemarin.

Pihak Kemensetneg diwakili Sekretaris Kemensetneg Setya Utama, sementara Pemprov Kalbar diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar M Zeet Hamdy Assovie yang didampingi Kepala Biro Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Kalbar, Linda.

Menurut Sekda Kalbar, perjanjian ini berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2014, Kepres Nomor 51 Tahun 1977 tentang TMII, Peraturan Menteri K/PMK.06/2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemanfaatan Negara/Daerah, dan aturan lainnya.

"Kita mendapatkan undangan resmi dari Kemensesneg bersama 33 daerah lain yang memiliki anjungan daerah di TMII, " terang Sekda. 

Lebih lanjut, Sekda berharap agar ke depan anjungan ini bisa bermanfaat bagi pelestarian budaya, pendidikan, wawasan kebangsaan dan cinta tanah air serta sebagai sarana promosi dan informasi produk unggulan ekonomi daerah Provinsi Kalimantan Barat yang ada di areal Taman Mini Indonesia Indah (TMII)  Jakarta. 

"Perjanjian ini tertuang dalam surat Nomor B-2960/ Kemensetneg/Ses/PB.03/07/ 2018 tentang Perjanjian Pinjam Pakai Tanah Milik Kementerian Sekretariat Negara yang digunakan untuk 33 Anjungan Daerah di Kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII)," kata M Zeet Hamdy Assovie. 

Seperti diketahui, lahan yang dimiliki Kemensetneg bersertifikat Hak Pakai Setneg RI Nomor 88/ Kelurahan Ceger, Cipayung, Jakarta Timur. Tanah ini dipinjamkan ke 33 daerah dalam rangka menunjang berbagai aktivitas daerah. 

Menurut Sekda Anjungan ini nantinya tentu memiliki arti besar bagi Provinsi Kalbar ,karena bermanfaat untuk pelaksanaan pelestarian budaya, pendidikan, wawasan kebangsaan dan cinta tanah air, dan sebagai sarana promosi dan informasi produk unggulan ekonomi daerah.

"Waktu perjanjian berlaku lima tahun sejak dilakukannya perjanjian dan hanya dapat diperpanjang atas persetujuan Kemensetneg," katanya. (nak/bob)