Gugatan Praperadilan Kasus Candaan Bom FN Terancam Gugur

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 375

Gugatan Praperadilan Kasus Candaan Bom FN Terancam Gugur
Sidang praperadilan kasus candaan bom. (SP/Rah)
PONTIANAK, SP - Pengadilan Negeri Pontianak kembali melanjutkan sidang pra peradilan kasus candaan bom yang diajukan Frantinus Nirigi (FN), Jumat (10/8).

Sidang diawali dengan pemeriksaan berkas yang dihadiri oleh kuasa hukum masing-masing, baik itu kuasa hukum dari pihak FN maupun pihak tergugat dari Kapolresta Pontianak dan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Setelah pemeriksaan berkas dan lengkap, akhirnya Majelis Hakim memutuskan memulai sidang pra peradilan yang dimulai dengan pembacaan surat gugatan dari penggugat.

Dalam sidang ini, ditemukan fakta bahwa pokok perkara FN sudah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Mempawah pada Kamis (9/8) lalu, yang disampaikan oleh pihak pengacara dari kepolisian yang juga membawa bukti foto dan fotocopy berkas sidang tersebut.

Jika pokok persidangan tersebut telah berjalan maka pra peradilan kasus FN bisa gugur secara otomatis.

Hakim Ketua Sidang, Rudi Kindarto SH, dijumpai seusai sidang mengatakan, persidangan harus terlebih dahulu lengkap baru dapat dilanjutkan. Setelah itu baru dilakukan pembacaan permohonan dari pemohon. Berikutnya akan dilakukan tanggapan dari pihak termohon ataupun turut termohon. Ternyata dari termohon mengatakan bahwa perkara induk sudah dilimpahkan di PN Kabupaten Mempawah.

“Tapi bukti otentik belum, tapi baru fotocopy,” katanya.

Untuk itu, pihaknya menunggu bukti otentik terlebih dahulu. Jika persidangan tersebut benar-benar dilaksanakan, maka berdasarkan pasal 82 ayat 1 huruf d KUHAP, maka memang permohonan harus gugur.

“Tapi kami tidak bisa menggugurkan dulu sebelum ada bukti otentik,” jelasnya.

Untuk itu persidangan akan kembali dilanjutkan lagi pada hari Senin untuk membuktikan pelaksanaan persidangan di PN Kabupaten Mempawah.

Kuasa hukum bidang hukum Polda Kalbar, sebagai Kasubid bantuan hukum Polda Kalbar, Kompol Mikael Wahyudi selaku turut termohon, menyampaikan, sesuai dengan prosedur agenda sidang pra peradilan, dari pemohon sudah membacakan gugatan pra peradilannya.

Dari pembacaan itu, pokok perkara pidana telah dilimpahkan, oleh penyidik PPNS, Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, dengan koordinasi bersama Korwas PPNS, Bareskrim Polri, maupun Korwas PNNS Ditkrimsus Polda Kalbar, ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Mempawah.

“Oleh Kejaksaan Negeri Mempawah, berkas perkara, atau perkara pokok pidana itu sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Mempawah,” ujarnya.

Selanjutnya pihak PN Mempawah menindaklanjuti dengan melakukan penahanan terhadap terdakwa. PN Mempawah juga menurutnya telah melangsungkan sidang pokok yang sudah dilaksanaka pada Kamis (9/8).

Berdasarkan ketentuan hukum, karena pokok perkara sudah diperiksa di PN Mempawah, dengan majelis hakim, JPU lengkap dan terdakwa yang juga hadir, maka pengajuan pra peradilan dinyatakan gugur.

Pada sidang pra peradilan itu, pihaknya telah menyampaikan alat bukti tentang sidang pokok perkara di PN Mempawah. 

"Kami sudah ajukan bukti kepada yang mulia hakim pra peradilan ini,” imbuhnya.

Alat bukti yang disertakan dengan tanggapan atas pra peradilan yang diajukan, namun majelis hakim masih mempertimbangkan agar pihaknya melengkapi alat bukti yang asli. (rah)