Harga Ayam dan Telur Naik, Ini Penjelasan Desperindag

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 381

Harga Ayam dan Telur Naik, Ini Penjelasan Desperindag
Ilustrasi. (Net)
PONTIANAK, SP - Plt Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen, Desperindag Provinsi Kalbar, Busran Said tidak menapik dalam beberapa waktu terakhir terjadi kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan barang penting komoditi daging ayam dan telur ayam broiler di pasar-pasar tradisional.

"Pasca Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri  kemarin memang cenderung terjadi kenaikan harga dikarenakan dalam waktu dekat ini akan dilaksanakannya perayaan Hari Raya Idul Adha juga," terang Busran.

"Hal ini akan meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat khususnya komoditi telur ayam dan daging ayam broiler," lanjutnya.

Disinggung apakah mungkin terjadi spekulan di tingkat pedagang, Busran tegas mengatakan itu tidak ada.

Ia menyebutkan beberapa analisa yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar melalui Bidang Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen terhadap kenaikan dan ketersediaan daging ayam dan telur ayam broiler, memang tidak ada upaya-upaya atau unsur kesengajaan.

Lagipula kata Busran secara logika, komoditi ayam dan telur ayam broiler tidak dapat ditimbun.

"Hal ini lantaran kedua komoditas tersebut bukan barang yang tahan lama dan membutuhkan biaya untuk menahannya di dalam peternakan atau gudang," jelasnya.

Selain itu faktor pemangkasan parent stock (PS) dan pelarangan impor bibit ayam dari luar pada tahun 2016-2017 dinilai juga menjadi faktor terjadinya kelangkaan.

"12 perusahaan breeding farm yang disidang PKPU dan dinyatakan kalah dan harus bayar denda mencoba patuh dan membiarkan kelangkaan ini," imbuhnya.

Di sisi lain faktor cuaca ekstrem di sejumlah wilayah yang menjadi sentra peternakan ayam juga kata Busran  memperngaruhi produktivitas para peternak ayam yang akhirnya berdampak pada penurunan jumlah ternak yang dihasilkan.

"Stok ayam dipeternak belum siap umur untuk dipotong/dijual karena habis untuk kebutuhan pada lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah kemarin itu juga salah satunya, " kata Busran.

Peternak juga kata Busran mendapat surat edaran dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengenai larangan menyuntik antibiotik kepada ternak ayam, sehingga hasil ternak ayam menurun.

"Akibat produksi Day Old Chicken (DOC) layer berkurang, dapat mengakibatkan kelangkaan telur dan ayam ini kemungkinan terus berlangsung sampai Hari Raya Natal dan tahun Baru 2019, " bebernya. (nak)