Lomba Masak Ikan Nusantara, Kuliner Pontianak Menuju Istana Presiden

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 425

Lomba Masak Ikan Nusantara, Kuliner Pontianak Menuju Istana Presiden
LOMBA MASAK - Masyarakat mengikuti Lomba Masak Ikan Nusantara Menuju Istana Presiden Tahun 2018, yang dilaksanakn di Taman Alun-Alun Kapuas, Kamis (9/8) pagi. (SP/Anugrah)
Walikota Pontianak, Sutarmidji
"Nah, ini cara kita mengapresiasi, kreatifitas masyarakat itu."

PONTIANAK, SP - Pemerintah Kota Pontianak melaksanakan Lomba Masak Ikan Nusantara Menuju Istana Presiden Tahun 2018, yang dilaksanakn di Taman Alun-Alun Kapuas, Kamis (9/8) pagi.

Dalam laporannya, Asisten III Administrasi Umum Pemerintah Kota Pontianak, Hidayati menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkenalkan keanekaragaman masakan berbahan baku ikan kepada masyarakat luas, meningkatkan konsumsi ikan pada masyarakat.

Kegiatan yang merupakan program dari Kantor Staf Kepresidenan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 73 ini sudah kedua kalinya dilaksanakan di Kota Pontianak.

Pada tahun 2017 lalu, Kota Pontianak berhasil meraih juara 1 tingkat nasional, dengan menyajikan menu ikan asam pedas dan botok ikan bubu putih.

Selain perlombaan ini, dilaksanakan pula pameran produk kreatif kelompok usaha masyarakat, talk show dan demo memasak dengan menggunakan mobil alih teknologi informasi, yang dilakukan juara 1 tingkat nasional tahun 2017.

Peserta memasak ini terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok umum dan kelompok profesional. 

“Kelompok umum diikuti oleh 30 orang peserta, yang berasal dari Kota Pontianak, Melawi, Sambas dan Bengkayang,” jelasnya.

Sementara pada kelompok profesional diikuti oleh 15 peserta dari perhotelan di Kota Pontianak.

Menu wajib yang disajikan oleh kelompok profesional yaitu masakan pindang kuning ikan nila.

Walikota Pontianak, Sutarmidji mengatakan bahwa perlu adanya apresiasi terhadap lomba yang telah dilaksanakan untuk kedua kalinya di Kota Pontianak ini. Lomba ini menurutnya memiliki multyplayer efect yang sangat besar.

Selain sebagai media promosi jenis masakan yang ada di Kota Pontianak, sebagai wisata kuliner, juga ada penanganan bidang kesehatan.

“Kalau orang gemar makan ikan nanti anaknya, turunannya gimana,” ujarnya.

Selain itu, budidaya ikan juga akan terus meningkat. Seperti halnya pada pelaksanaan lomba ini yang menggunakan ikan nila.

Saat ini ikan nila paling banyak dibudidayakan, jika masakan tersebut bisa menjadi menu yang jadi favorit masyarakat, bukan tidak memungkin nantinya petani tambak akan mendapat hasil yang lebih baik.

“Nah, ini cara kita mengapresiasi, kreatifitas masyarakat itu,” imbuhnya.

Kreatifitas masyarakat di bidang kuliner di Pontianak, khususnya dan di Kalbar secara umum sangat luarbiasa. Hanya saja terkadang kuliner yang ada tidak terpromosi dengan baik.

Salah satunya kuliner ikan salju yang menjadi favorit dari masyarakat luar. Kuliner ini bahkan hanya ada di Kota Pontianak.

Berpotensi Jadi Andalan

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI, Theofransus La Litaay menuturkan, salah satu potensi pariwisata di Kota Pontianak itu adalah wisata kuliner termasuk di dalamnya beragam menu-menu ikan lokal yang sebenarnya potensial dijadikan sebagai andalan pariwisata di Kota Pontianak. 

“Melalui lomba ini kita berharap potensi pariwisata bisa dikembangkan, ini bukan hanya pariwisata saja, tetapi sekaligus mempromosikan kegemaran untuk makan ikan yang tentunya sangat baik terutama bagi anak-anak,” sebutnya.

Sebab dalam ikan mengandung omega 3 yang mampu meningkatkan kecerdasan anak dan mencegah terjadinya stunting, yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah.

Selain itu, lomba ini juga sebagai bagian pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

“Makan ikan adalah salah satu bentuk atau kegemaran yang sehat dan perlu dipromosikan,” ujar Theofransus.

Pada lomba ini berbagai macam hidangan masakan ikan menunjukkan bahwa ternyata bukan hanya kaitan dengan pariwisata atau kesehatan saja, tetapi juga ekonomi lokal, khususnya ekonomi skala kecil dan menengah. 

“Saya kira ini penting sekali untuk dipromosikan dan kami menyambut baik karena Pemkot Pontianak bersedia untuk mendukung kegiatan ini secara sangat luar biasa dan kegiatan ini menunjukkan partisipasi Pemkot Pontianak dan stakeholder yang sangat banyak,” tambahnya.

Ini menunjukkan bukti keberhasilan Pemkot Pontianak dalam mendukung pembangunan yang berkaitan dengan pariwisata, kesehatan dan pengembangan ekonomi lokal.

Para pemenang lomba di tingkat nasional ini, nantinya akan dipromosikan dalam berbagai kegiatan di tingkat nasional. 

Dari promosi tersebut juga maka diharapkan akan berdampak pada aspek ekonomi dan kesejahteraan para profesional kuliner.

“Pemenang dari lomba di tingkat nasional ini nanti akan memasak di depan Bapak Presiden RI, Jokowi dan para menteri. Mereka juga akan diundang untuk hadir dalam upacara 17 Agustus di Istana Presiden. Kemudian juga akan diundang dalam pembukaan Asian Games pada tanggal 18 Agustus di Gelora Bung Karno Jakarta,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi motor penggerak bagi aktivitas di dalam kegiatan ekonomi lokal di Kota Pontianak yang berdampak positif. 

“Jadi ini satu cara kita mempromosikan mengingat Kota Pontianak ini merupakan salah satu kota penting di Kalimantan dengan tingkat kemajuan ekonomi yang cukup tinggi,” pungkasnya. (rah/bob)