Kasus Pembunuhan Sadis di Peternakan Ayam Terungkap, Pelaku Ternyata Menghabisi Dua Nyawa dengan Palu

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 4412

Kasus Pembunuhan Sadis di Peternakan Ayam Terungkap, Pelaku Ternyata Menghabisi Dua Nyawa dengan Palu
Kapolresta Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Wawan Kristyanto saat memberikan keterangan, Minggu (13/8). (SP/Rah)
PONTIANAK, SP - Kasus pembunuhan sadis di peternakan ayam di Kecamatan Rasau Jaya III, Kabupaten Kubu Raya, yang terjadi pada Sabtu (11/8) lalu terungkap. Pelaku ternyata tak hanya membunuh satu orang, tetapi dua orang.  

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Wawan Kristyanto mengatakan, kasus terungkap setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi.

Adapun pelaku pembunuhan adalah seorang laki-laki bernama Pidelis Kalis, warga Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau.

“Sat Reskrim Polresta Pontianak saat itu juga melakukan penyelidikan. Kemudian dalam waktu tidak lebih dari 12 jam, sudah dapat diketahui siapa pelakunya dan dilakukan penangkapan dengan tersangka atas nama Pidelis Kalis (PK),” ujar Kapolresta saat menyampaikan pers rilis di Mapolresta Pontianak, Minggu (12/8).

Dari keterangan pelaku, diketahui bahwa dia tidak hanya menghabisi Kontansius Pranoto alias Floran, namun juga melakukan pembunuhan terhadap satu orang lainnya atas nama Petrus Jun Heri.

"Berbekal keterangan itu, penyidik pun kembali mendatangi tempat kejadian perkara untuk menyisir lokasi dan mencari jenazah korban satunya yang dibuang oleh tersangka," kata Kapolresta.

Setelah dilakukan penyisiran, akhirnya ditemukan jenazah yang dibuang oleh tersangka, yang berjarak sekira 25 meter dari lokasi penemuan jenazah pertama. 

"Kita lakukan olah TKP kembali, kita bawa mayat ke rumah sakit Soedarso,” tambahnya.

Dijelaskan bahwa motif pembunuhan dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati dan rasa jengkel tersangka karena sering dikatai dengan kata yang tidak-tidak oleh korban.

“Jadi pelaku emosi, sehingga melakukan perbuatan tersebut,” imbuhnya.

Kedua korban dihabisi oleh tersangka dengan memukul korban menggunakan palu pada pukul 05:00 WIB, ketika keduanya sedang tertidur lelap secara bergantian. Setelah dipukul palu, kedua korban kemudian digorok dengan menggunakan sebilah parang panjang.

"Tersangka terlebih dahulu menghabisi Jun, kemudian disusul dengan Floran, namun jenazah Floran lebih dahulu ditemukan," jelasnya.

Setelah kedua korban tidak bernyawa, tersangka membuang jenazah korban dengan menggunakan alat angkut dorong (harco) di dua tempat yang berbeda.

Tersangka dan kedua korban diketahui tinggal satu rumah, karena bekerja pada tempat peternakan ayam yang sama. Ketiganya juga berasal dari satu daerah yang sama di Kabupaten Sanggau, yaitu Kecamatan Jangkang, hanya berbeda desa saja. 

Sebelum melakukan aksi kejinya, tersangka juga diketahui terlebih dahulu menenggak minuman Arak sisa minum satu hari sebelumnya.

“Memang satu hari sebelumnya mereka sama-sama minum arak, masih ada arak sisa, pelaku sebelum melakukan pembunuhan minum arak,” tambahnya.

Tersangka juga diketahui mengambil barang-barang milik korban, berupa dompet, KTP dan handphone.

Tersangka berhasil ditangkap oleh polisi di sebuah warkop, Jalan Tebu, Gang Padat Karya, ketika sedang ngopi, sekira pukul 12:20 WIB.

Diketahui bahwa tersangka telah bekerja di tempat peternakan ayam tersebut selama kurang lebih satu bulan.

Wawan mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi, sebab jika sudah terpancing emosi dan kalap, maka bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan termasuk menyebabkan korban, hingga korban jiwa.

“Nanti setelah kejadian, baru penyesalan yang terjadi. Harapannya juga, jangan ditiru hal-hal seperti ini,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat dengan pasal 340 KUHP sub pasal 338 KUHP, tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. (rah)