Kapolresta Ancam Pecat dan Pidanakan Anggota yang Terlibat Narkoba

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 363

Kapolresta Ancam Pecat dan Pidanakan Anggota yang Terlibat Narkoba
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Wawan Kristyanto. ( SP/Rah)
PONTIANAK, SP - Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Wawan Kristyanto mengancam akan memecat dan memidanakan anggotanya yang terbukti telah menyalahgunakan narkoba.

"Anggota yang menyalahgunakan narkoba, apalagi sebagai pengedar, maka ancaman hukuman tidak hanya hukuman pidana saja, namun hingga pemecatan tidak dengan hormat (PTDH)," tegasnya usai pelaksanaan pemusnahan barang bukti narkotika di Mapolresta Pontianak, Rabu (15/8).

Ia mewanti-wanti agar jangan ada jajaran yang mempermalukan dirinya maupun instansi Polresta Pontianak.

Guna mencegah personel Polresta Pontianak terlibat dalam penggunaan atau peredaran gelap narkotika, pihaknya terus melakukan pembinaan kepada personel dan selalu memberikan arahan.

“Ini sudah instruksi dari atas, bahwa tidak ada toleransi bagi anggota yang melakukan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Kapolresta juga mengatakan bahwa anggota yang akan melakukan pendidikan atau pelatihan, wajib melakukan tes urin di Biddokes Polda Kalbar.

Selain itu, pada Senin lalu juga dilakukan tes urin secara sampling terhadap anggota, sehingga tes urin ini tidak hanya dilakukan terhadap personel Polda saja.

Terkait kesempatan bagi anggota yang memberikan laporan dirinya, dia mengatakan bahwa hal itu tergantung pada kebijakan yang akan terlebih dahulu dilaporkan kepada pimpinan.

“Apakah ada kebijakan kalau memang anggota sadar, menghadap dan dia akan berusaha untuk berobat dan sebagainya, ya nanti akan kita komunikasikan kepada pimpinan lagi, apakah kita berikan kebijakan,” tambahnya.

Jika memang ada kebijakan, tentu akan diberi kesempatan untuk menjalani rehabilitasi. Namun hingga saat ini menurutnya belum ada anggota yang melaporkan diri.

Terkait dengan empat personel yang dinyatakan positif dalam tes urin yang dilakukan di Polresta pada Senin lalu, pihaknya masih melakukan pendalaman.

“Dari tes urin kan kita masih melakukan pendalaman karena dari beberapa anggota kemaren ada yang sedang berobat karena dia sakit, mungkin positif karena memang ada kandungan-kandungan yang dikonsumsi,” tandasnya. (rah)