Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) Tahun 2018, Peserta Asal Jateng Belajar Wawasan Kebangsaan di Kodam XII/Tpr

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 321

Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) Tahun 2018, Peserta Asal Jateng Belajar Wawasan Kebangsaan di Kodam XII/Tpr
BELAJAR - Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Jawa Tengah, diberikan materi wawasan kebangsaan oleh Kodam XII Tanjungpura yang dipusatkan di Markas Kompi Kavaleri Macam Dahan Sakti, Kalbar, Selasa (14/8). (Antara)
Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Jawa Tengah, diberikan materi wawasan kebangsaan oleh Kodam XII Tanjungpura yang dipusatkan di Markas Kompi Kavaleri Macam Dahan Sakti, Sungai Raya Jalan, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Selasa (14/8).

SP - Pabandya Wanwil Stredam XII Tanjungpura Mayor (Inf) Dwi Tantomo mengatakan, para peserta SMN tersebut diberikan materi tentang wawasan kebangsaan selama dua hari. Selain itu, menurut dia, peserta SMN tersebut juga akan mengikuti berbagai kegiatan, seperti baris-berbaris, bela negara dan pengenalan satuan TNI.

"Anak-anak ini umumnya memang belum begitu tahu apa itu wawasan kebangsaan, sehingga nantinya tidak hanya daerah Jawa Tengah saja yang tahu," katanya.

Ia mengatakan, sehingga ke depannya peserta SMN tersebut, nantinya mengenal langsung tentang keragaman berbagai aneka suku, agama, peninggalan sejarah dan adat budaya yang ada di Kota Pontianak umumnya di Kalbar.

"Sehingga nantinya, akan timbul cinta tanah air, rasa nasionalisme, bangga akan kekayaan khasanah nusantara dan bangga sebagai anak bangsa Indonesia. Ini yang kami ingin tumbuhkan kepada mereka hingga timbullah disetiap hati anak bangsa ini untuk tetap bela negara," katanya.

Bela negara yang dimaksud, katanya, ialah di mana anak-anak ini sebagai pelajar tidak harus ikut perang. Namun cukup menjadi pelajar yang baik dan menciptakan kerukunan dan toleransi di sekolah dan antar sekolah. 

"Itu sudah cukup, dan ini yang dimaksud bela negara di tingkat sekolah seperti itu," katanya.

Ia menambahkan, dalam dua hari ini para siswa juga akan mengikuti kegiatan outbond dan beberapa permainan yang sifatnya kegiatan olah raga.

"Jadi selama di sini walau pun dalam waktu yang singkat, anak-anak itu selain dilatih secara otak juga dilatih secara fisik. Dengan maksud untuk menumbuhkan daya juang dan keuletan serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap masalah," ujarnya.

Sebelumnya, para peserta yang baru tiba di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (13/8) sore, langsung diajak untuk membedah buku kisah perjalanan peserta SMN 2017 yang berjudul "Cerita Nusantara Kami; Sebuah Catatan Singkat".

Pembedah buku tersebut, Dedy Ari Asfar, seorang pegiatan literasi Kalbar, dan kegiatan tersebut digelar di Restoran Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kalbar di jalan M Sohor Pontianak.

Dedy Ari Asfar mengajak para peserta SMN 2018 untuk membedah buku setebal 424 halaman tersebut, yang berisi kesan-kesan para peserta SMN 2017.

Menurut Dedy, isi buku yang dari penampilan sampul depannya tampak eksklusif tersebut, lebih kepada testimoni para peserta SMN 2017, dan tidak mengulas atau pun mendeskripsikan persepsi para pelajar mengenai suatu daerah yang mereka kunjungi pada tahun lalu.

"Membedah, dengan harapan juga bisa menuliskan tentang Kalbar. Mungkin kalian akan menulis kisah dalam buku yang lain," kata pegiat literasi Kalbar tersebut.

Menurut dia, dari penampilan buku, terlihat sangat bagus karena bercerita tentang nusantara. Juga foto-foto yang disajikan begitu bagus, yang diduga merupakan kumpulan foto-foto dari Antara.

"Bobot buku penting juga. Ketika membaca buku ini, ketika saya membaca cerita nusantara kami, dalam benak saya isinya yang menarik, ada tentang menu makanan, dan lain-lain. Tetapi ternyata isinya testimoni saja, kesan dan pesan saja," kata dia lagi.

Semestinya, menurut dia, buku tersebut berisi perspektif anak muda "zaman now" usai mengunjungi suatu daerah yang baru pertama kali didatangi. 

"Tak ada cerita buah yang langka itu buah apa. Maka ini jadi masukan bagi teman-teman untuk bisa menuliskan deskriptif, mengenai bahasa Dayak atau apa misalnya," katanya.

Sebanyak 38 peserta SMN 2018 dari kabupaten/kota di Jawa Tengah, baru tiba di Kota Pontianak, dan menginap di wisma BPSDM Kalbar. Mereka akan berada di Kalbar sekitar delapan hari.

Selain membedah buku diary peserta SMN 2017, peserta SMN 2018 juga diajak mengenal Sosial Budaya dan Flora Fauna yang ada di Kalbar. Materi ini disampaikan Nur Iskandar, seorang jurnalis.

Ia menjelaskan bahwa Pulau Kalimantan merupakan pulau terbesar ketiga di dunia. Pulau Kalimantan juga disebut Borneo yang diambil dari nama pohon.

Ia mengenalkan kepada peserta bahwa di Kalbar terdapat burung Enggang Gading yang kini langka. Burung ini menjadi maskot Kalbar. Selain itu juga ada tanaman Tengkawang yang mengandung lemak atau minyak yang menjadi bahan pembuat cokelat yang sangat enak.

Ketua Rombongan Peserta SMN 2018, Bambang Sarwo Eddy dari PT Taman Wisata Candi Borobudur mengatakan rombongan peserta SMN 2018 asal Jawa Tengah sebanyak 48 orang yang terdiri dari para siswa, guru pendamping dan perwakilan perusahaan penanggung jawab BUMN.

"Tadi di pesawat mereka (peserta SMN) terlihat bahagia. Saat pesawat berbelok ke kiri 'exciting' (menarik) sekali, apalagi sebagian besar dari mereka belum pernah naik pesawat," kata dia.

Namun dia juga mengaku kaget saat mendarat di Bandara Supadio Pontianak melihat udara kota diselimuti kabut asap. "Saya kaget juga banyak kabut di sini," katanya. 

Sementara itu, sebanyak 23 pelajar Siswa Mengenal Nusantara 2018 asal Kalbar telah berangkat ke Semarang, Jawa Tengah untuk belajar tentang kebudayaan, pariwisata, sumber daya alam dan tradisi masyarakat di daerah setempat. Selain itu juga untuk memupuk semangat kebangsaan, rasa persatuan dan kebhinekaan. (antara/bob)