Sepanjang 2018, Polresta Pontianak Tangani 59 Kasus Narkotika

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 414

Sepanjang 2018, Polresta Pontianak Tangani 59 Kasus Narkotika
Pemusnahan barang bukti sabu hasil tangkapan Polresta Pontianak, seberat 8 ons di Mapolresta Pontianak, Rabu (15/8). ( SP/Rah)
PONTIANAK, SP - Hingga pertengahan Agustus 2018, Polresta Pontianak telah menangani sebanyak 59 kasus narkotika.

Hal itu disampaikan oleh Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Wawan Kristyanto, saat pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu hasil tangkapan Polresta Pontianak, seberat 8 ons, di Mapolresta Pontianak, Rabu (15/8).

Dari 59 kasus tersebut, jumlah tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 67 orang. Sementara barang bukti yang diamankan yaitu sabu sebanyak 956 gram, ekstasi 124 butir dan lain-lain.

Terkait jaringan para tersangka ini, pihaknya masih melakukan pengembangan kasus yang ditangani. Para tersangka tersebut, terdiri dari kurir, bandar hingga pengedar.

“Ini mungkin masih jaringan-jaringan lokal,” ucapnya.

Menurutnya peredaran narkotika di Kota Pontianak masih terhitung kecil berdasarkan tangkapan, pemusnahan 8 ons ini merupakan yang terbesar.

Terkait upaya yang dilakukan Polresta Pontianak agar barang-barang haram ini tidak masuk ke wilayah Kota Pontianak yaitu melakukan langkah-langkah deteksi dini.

Dalam hal ini bukan hanya fungsi dari Satnarkoba saja yang dikedepankan, namun juga seluruh fungsi yang ada, termasuk deteksi dari fungsi intelijen, fungsi preemtif, fungsi Bimas, Bhabinkamtibmas yang juga diminta memberikan imbauan.

“Tidak hanya polisi saja yang kita libatkan, tapi komponen masyarakat, tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat kita minta untuk berpartisipasi dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dan melaporkan apabila ada pelanggaran atau ada peredaran gelap narkoba, agar segera diinformasikan kepada polisi terdekat,” imbuhnya.

Selain itu, terkait pengawasan melalui jalur air, dia mengatakan bahwa pihaknya memiliki polisi perairan di tingkat Polda, yang melakukan patroli terhadap kemungkinan adanya kapal-kapal yang dicurigai membawa narkotika dan sebagainya.

Pihak Ditpolair juga menurutnya selalu melakukan pemeriksaan terhadap seluruh kapal-kapal yang masuk ke wilayah perairan Pontianak.

“Namun sampai saat ini belum ada (temuan),” tuturnya. (rah)