Kabut Asap Kian Tebal, Polisi Kalbar Gelar Salat Istisqa Meminta Hujan

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 481

Kabut Asap Kian Tebal, Polisi Kalbar Gelar Salat Istisqa Meminta Hujan
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menggelar Salat Istisqa atau salat minta hujun. (Ist)
PONTIANAK -  Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar, khususnya Kota Pontianak dan sekitarnya semakin tebal. Kondisi ini diperparah dengan tak kunjung turunnya hujan.

Melihat kondisi itu, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menggelar Salat Istisqa atau salat minta hujun. Tujuannya untuk berdoa dan meminta agar Tuhan menurunkan hujan khususnya di wilayah Kalbar.

"Di tengah suasana kabut asap di Kota Pontianak yang kabutnya semakin tebal, mari kita bersama-sama memohon turunnya hujan kepada Allah SWT agar kabut asap ini dapat berkurang," kata Kapolda, Kamis (16/8).

Salat Istisqa digelar di masjid yang berada di lingkungan Mapolda Kalbar. Para jemaah khidmat mendengar tausiah dari Syekh H Anas Said Azo'bi dan mengikuti salat.

Kapolda mengatakan, kebakaran hutan dan lahan yang menimpa saat ini adalah ujian dan cobaan akibat ulah manusia yang membakar atau membuka lahan dengan cara dibakar, yang tidak mencintai lingkungan yang diberikan Allah SWT.

Karenanya semua perlu merenung dan menyadari kesalahan tersebut serta bertobat memohon ampun. Sebab dampaknya dirasakan oleh semua orang, bukan sang pembakar lahan saja tetapi seluruh mahluk hidup terancam kesehatannya.

Polda Kalbar dalam menanggulangi kabut asap ini telah melakukan berbagai tndakan, mulai dari pencegahan, penekanan dengan dikeluarkannya Maklumat Kapolda Kalbar tentang Karhutla, hingga penindakan hukum.

“Kita pagi ini bersama-sama berdoa memohon supaya daerah Kalbar dapat diturunkan hujan lebat sehingga dapat mengatasi kabut asap ini. Dan orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan terjadinya Karhutla ini disadarkan. Semua berpulang pada Yang Maha Kuasa, semoga doa kita dikabulkan,“ katanya.

Ia pun memerintahkan kembali kepada seluruh jajarannya untuk mengusut dan menindak tegas oknum yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan. (hms/ind)