Kalbar Penyumbang Hotspot Tertinggi di Indonesia

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 608

Kalbar Penyumbang Hotspot Tertinggi di Indonesia
BNPB menyatakan ada 1.061 titik panas di Kalbar pada Kamis (16/8) pukul.07:00 WIB. (Ist)
PONTIANAK, SP - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, Kalimantan Barat saat ini menjadi penyumbang titik panas (hotspot) terbesar di Indonesia, yakni mencapai 1.061 titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota.

"Kebakaran hutan dan lahan di Kalbar semakin tak terkendali. Sejak pukul 07:00 WIB, Satelit Modis memantau ada 1.061 titik panas yang terdiri dari kategori sedang 592 titik dan kategori tinggi 469 titik," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya kepada Suara Pemred di Pontianak, Kamis (16/8).

Sutopo mengatakan, asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalbar saat ini sudah mengganggu aktivitas masyarakat, sehingga harus segera dipadamkan.

BNPB telah mengerahkan sebanyak empat helikopter untuk mendukung pengendalian Karhutla di Kalbar, yakni tiga helikopter jenis Bell untuk melakukan water bombing dan satu helikopter jenis Bolco untuk melakukan water bombing dan patroli.

"BNPB juga berencana akan menambahkan dua helikopter lagi untuk pengendalian Karhutla di Kalbar," katanya.
   
Sutopo menjelaskan, sudah lebih dari sepekan Kalbar menjadi penyumbang terbesar hotspot karhutla. Penyebabnya disinyalir karena pembakaran lahan. Meski upaya pemadaman terus dilakukan, namun di lapangan yang membakar lahan lebih banyak.

"Harus ditingkatkan patroli dan pencegahan Karhutla," ujarnya.

Dari data hasil deteksi Satelit Aqua, Terra, SNNP pada Katalog Modis LAPAN tanggal 16 Januari 2018 pukul 07:00 WIB, jumlah hotspot di Indonesia saat ini mencapai 1.490 titik.

Hotspot terkonsentrasi di Pulau Kalimantan, yakni Kalbar 1.061 hotspot, Kaltim 30, Kalsel 41, Kalteng 107 dan Kaltara 4 hotspot.

Dari pantauan di lapangan, dalam beberapa hari terakhir kabut asap akibat Karhutla di Kota Pontianak dan sekitarnya semakin tebal. Saat mengendarai sepeda motor, mata perih dan nafas terasa sesak. Suhu udara pun terasa sangat panas.

Tak hanya di Kota Pontianak, Kahutla juga dikabarkan terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Kalbar. Beberapa diantaranya di lahan gambut.

Di Kabupaten Melawi, karhutla yang terjadi di Desa Nanga Tikan, Kecamatan Belimbing Hulu, Minggu (12/8) siang, bahkan telah menelan korban jiwa. Dua orang anak bernama Vito (7) dan Rio (10), meninggal dunia akibat luka bakar serius.

Kedua korban yang saat itu bersama ayah mereka Adong (65), terjebak di pondok kebun di tengah- tengah lahan yang sedang terbakar. (ind)