Perwira Lanud Supadio jadi Lulusan Terbaik KIBI Angkatan III

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 334

Perwira Lanud Supadio jadi Lulusan Terbaik KIBI Angkatan III
LULUSAN TERBAIK - Dirdiklat Kodiklatau, Marsma TNI Kustono memberikan piala kepada perwira lulusan terbaik KIBI Angkatan ke-3, Rabu (15/8). (Ist)
PONTIANAK, SP - Perwira penerbang Skadron Udara (Skadud) 1 Elang Khatulistiwa Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, Mayor Pnb Dedy Andres Saputra, berhasil menjadi lulusan terbaik Kursus Intensif Bahasa Inggris (KIBI) Angkatan ke-3. 

Predikat ini diperoleh Mayor Pnb Dedy, saat penutupan KIBI Angkatan ke-3, yang diselenggarakan oleh Sekolah Bahasa (Sesa) Skadron Pendidikan (Skadik) 505 Lanud Supadio. 

Penutupan dipimpin langsung oleh Direktur Pendidikan dan Latihan Komando Pendidikan dan Latihan TNI AU (Dirdiklat Kodiklatau), Marsma TNI Kustono. 

Penutupan berlangsung di Graha Teddy Kustari (GTK), Rabu (15/8). Hadir dalam kesempatan tersebut Danlanud Supadio, Marsma TNI Minggit Tribowo, berserta para Kadis dan Dansat.

"Angkatan ke-3 diikuti 30 personel, yang tersebar dari berbagai satuan. Kegiatan sendiri dimulai dari 20 April-15 Agustus 2018. Tepat empat bulan, maka para peserta diwisuda hari ini," ujar Dansesa, Mayor Sus Heri Ristanu. 

Selain Mayor Pnb Dedy, Letda Pnb Ilham Faruq, lulus dengan predikat best progres. Penerbang pesawat tempur Hawk 100/200 tersebut, mampu menguasai berbagai macam teori yang dipelajari saat KIBI. 

"Pada penutupan ini, Dirdiklat sekaligus membuka KIBI angkatan keempat yang akan diikuti oleh 15 orang dari semua satuan di Lanud Supadio. Saya berharap, para peserta bisa aktif dalam kegiatan belajar mengajar," tuturnya.

SESA Lanud Supadio, lanjut Mayor Sus Heri, telah bekerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya Unit Pelayanan Teknis (UPT) Untan Pontianak dan American Corner. Diharapkan, dengan adanya kerja sama tersebut, maka KIBI di SESA Lanud Supadio, semakin baik.

"Penguasaan bahasa inggris bagi personel TNI AU, terutama Lanud Supadio adalah pilihan terbaik, karena Lanud Supadio langsung terhubung dengan bandara, yang secara umum mengatur lalu lintas Warga Negara Asing (WNA). Oleh karenanya, kemampuan bahasa inggris, bisa mempermudah pelaksanaan tugas," tuturnya. 


Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, keberhasilan seluruh program nasional dan internasional itu menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia. TNI sebagai bagian dari elemen bangsa memiliki tanggung jawab besar, karena merupakan komponen utama untuk memastikan keamanan dan stabilitas nasional. TNI yang solid dan bersinergi disertai kekompakan dan kerja sama yang baik dengan instansi-instansi lain adalah modal yang sangat mendasar dalam menjamin kelancaran pembangunan.

Menurut Hadi Tjahjanto, tugas mulia tersebut tidak dapat dilaksanakan sendiri dan dibutuhkan kerja sama dan sinergi dengan seluruh elemen dalam masyarakat. Para prajurit harus mampu menjadi motor kerja sama dan sinergi yang sangat dibutuhkan. 

“Jadilah contoh dan teladan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas yang disertai sinergi bersama instansi-instansi lainnya,” ucapnya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa prajurit harus mampu mengaplikasikan kemampuan akademis yang diperoleh untuk menghadapi tugas ke depan serta harus mengabdi sepenuh hati dan jiwa sebagai prajurit yang profesional, berintegritas dan berkarakter, berdasarkan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta Tribrata dan Catur Prasetya.

"Di sisi lain pendidikan dan pelatihan yang telah dilaksanakan secara terintegrasi tersebut memiliki tujuan untuk membentuk Jiwa Korsa, keakraban, persatuan dan kesatuan yang akan sangat dibutuhkan saat melaksanakan tugas di manapun nantinya," katanya. 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa profesi sebagai prajurit TNI adalah profesi mulia. Oleh karenanya, seluruh Prajurit TNI harus bisa menjaga harga diri, kehormatan satuan dan nama baik, dengan tidak melakukan perbuatan yang merusak citra TNI dan Polri di masyarakat. (*)