HIPMI Kalbar Utus Tiga Start Up Unggulan ke Kompetisi Tingkat Asia

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 369

HIPMI Kalbar Utus Tiga Start Up Unggulan ke Kompetisi Tingkat Asia
Tiga Start Up Kalbar siap berlaga dalam kompetisi Start Up di Kuching-Serawak. (Ist)
PONTIANAK, SP - Tiga Start Up yang sudah lulus tahapan internal di BPD HIPMI Kalbar siap berlaga dalam kompetisi start Up yang akan di laksanakan pada tanggal 17-18 Agustus di Kuching-Serawak.

Tiga Start Up itu adalah MyAgro, Borneo Sky Cam dan Angkuts. Masing-masing membawa ide segar untuk bisnis berbasis digital yang siap menghadapi tantangan zaman dan revolusi industri 4.0.

Ketua Umum HIPMI KalBar Denia Yuniarti Abdussamad yang menghantarkan langsung kader-kader terbaik dari pengurus HIPMI Kalbar merasa bangga dan optimis bahwa kontingan Kalbar dapat membawa nama harum Kalbar yang otomatis membawa nama baik bangsa.

“Saya yakin, Ankuts, MyAgro dan Borneo Skycam dapat mencuri hati dewan investor, biarpun kami bukan berasal dari ibukota negara tapi start up unggulan tidak kalah canggih dan potensial secara performa, HIPMI Kalbarr berkomitmen untuk mendukung geliat dan semangat entrepreneurship kawan-kawan terutama bisnis yang berbasis digital," katanya, Sabtu (18/8).

CEO MyAgro Uray Tiar Fahrozi memberikan komentarnya bahwa event startup borneo 2nd pre pitching adalah salah satu event internasional yang potensial untuk diikuti, dikarenakan hadirnya para investor dan partner bisnis akan membantu startup untuk bisa mengembangkan bisnis.

"Jika menang maka ada potensi untuk ikut event yang lebih besar lagi, dan tentunya akan membawa dampak positif dalam kemajuan bisnis MyAgro," ujarnya.

CMO Borneo Skycam, Hajon Mahmudin menilai ajang pre-pitching ini bisa jadi ajang pembuktian diri bagi startup2 yang sedang mencari dan meningkatkan value dari bisnis startupnya, apalagi dihadiri oleh beberapa investor yang dapat menilai dan dapat memberikan feedback dari bisnis yang sedang dijalankan.

CEO Angkuts, M Hafiz Waliyuddin mengatakan ajang pre-pitching Startup Borneo ini sebagai sebuah wadah startup-startup mencari pendanaan.

"Sangat baik untuk ekosistem ekonomi digital, karena pendanaan & networking technology dari investor biasanya membuat sebuah startup bisa berlari kencang," katanya.

Denia dan HIPMI Kalbar melihat peluang dari tantang menghadapi revolusi industri 4.0. Rata-rata start up yang berdiri dimotori oleh generasi muda milenial. Banyak ide unik dan tak pernah terpikirkan sebelumnya berhasil mengisi celah usaha dan menjadi sukses diminati pasar.

Ajang kompetisi seperti Borneo Start Up ini punya peranan strategis dalam mencari aset-aset potensial yang siap bersaing di Indonesia bahkan Asia. (ags)