Kabut Asap Kian Pekat, Sekolah di Kota Pontianak dan Kubu Raya Diliburkan

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 947

Kabut Asap Kian Pekat, Sekolah di Kota Pontianak dan Kubu Raya Diliburkan
Ilustrasi. (Net)
PONTIANAK, SP - Memburuknya kualitas udara karena kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pontianak dan sekitarnya, membuat Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Kalbar, menghentikan kegiatan belajar. Terhitung mulai besok siswa SMA sederajat akan diliburkan.

Keputusan resmi untuk meliburkan sekolah ini tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar Nomor 420/3441/DIKBUD tertanggal 16 Agustus 2018 yang ditujukan kepada Ketua MKKS SMK/SMA dan PKLK. 

Adapun isi surat tersebut adalah, dengan memperhatikan kondisi udara di Kalbar, khususnya di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, dan setelah dilakukan koordinasi dengan intansi teknis maka diputuskan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, agar satuan pendidikan jenjang SMK, SMA dan PKLK negeri/swasta sederajat khususnya untuk kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya tidak melaksanakan proses belajar mengajar mulai tanggal 20 Agustus sampai 23 Agustus 2018. 

Kedua, bagi daerah-daerah di luar kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya yang tidak terkena dampak kemarau berupa kabut asap dan buruknya udara diminta untuk tetap melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa. 

Demikian dua poin penting yang termuat dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Suprianus Herman.

Suprianus Herman sendiri saat dikonfirmasi Suara Pemred melalui pesan singkat WhatsApp pada Minggu (19/8) membenarkan adanya surat tersebut yang akan mulai berlaku pada Senin, (20/8) besok.

"Setelah berkordinasi dengan instansi teknis dan masukan dari kepala sekolah/ketua MKKS. Kami liburkan proses belajar mengajar SMA /SMK/PKLK secara bertahap," ujarnya.

Ditanya apakah ada kemungkinan penambahan jatah libur jika kondisi kabut asap belum juga teratasi, Suprianus Herman tidak mengatakan secara pasti apakah ada wacana penambahan liburan tersebut.

"Kita doakan semoga bisa diatasi ya, dan turun hujan," imbuhnya.

Disinggung soalnya isu yang menyebut liburan sampai tanggal 27 Agustus 2018 dengan tegas dibantah oleh Suprianus Herman.

" Itu hoaks, " singkatnya (nak).