Ikut Padamkan Lahan, Pemadam Swasta Minta Perhatian Pemerintah

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 291

Ikut Padamkan Lahan, Pemadam Swasta Minta Perhatian Pemerintah
Petugas pemadam kebakaran swasta melakukan pemadaman lahan yang terbakar di Jalan Purnama II, Komplek Purnama Elok, Kecamatan Pontianak Selatan, Senin (20/8) siang. (SP/Rah)
PONTIANAK, SP - Ketua Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Pontianak, Ateng Tanjaya mengatakan, memadamkan kebakaran lahan sebenarnya bukan merupakan tupaksi dari pemadam swasta karena pihaknya hanya menangani kebakaran bangunan dan gedung. Namun karena kebakaran lahan yang terjadi sudah mendekati area pemukiman, pihaknya juga harus turun membantu.

Hal itu disampaikannya saat melakukan pemadaman lahan yang terbakar di Jalan Purnama II, Komplek Purnama Elok, Kecamatan Pontianak Selatan, Senin (20/8) siang.

“Kalau satu dua kali kami masih mampu, sekarang sudah puluhan kali, kami sudah tak mampu. Makanya perlu perhatian daripada pemerintah,” ujar Ateng.

Dia menyampaikan, pemadam swasta merupakan volunter yang bekerja secara sukarela. Karena kebakaran lahan ada di mana-mana, hal itu tentu cukup memberatkan damkar swasta. Meski demikian, pihaknya terus berupaya dan tidak mengeluh, namun juga tentu memiliki kemampuan yang terbatas.

Menurut Ateng, damkar swasta saat ini bisa ibarat lumpuh, sebab para petugas yang merupakan sukarelawan bekerja tanpa gaji, sementara keluarga di rumah juga menuntut biaya hidup. Selain itu mesin-mesin yang ada juga memerlukan minyak, serta kebutuhan makan dan minum petugas.

 “Koordinasi pemerintah dengan kami tidak ada, kalau sama polisi ya mantap,” sindirnya.

Dikatakan Ateng, pihaknya hingga saat ini belum ada mendapatkan bantuan apa-apa dari pemerintah, sebab pihaknya bekerja secara swadaya dan swakarsa.

“Hanya saja kami punya keterbatasan, semua sudah habis, sudah tidak mampu lagi. Makanya harapan kami berharap ada perhatian dari pemerintah,” tambahnya.

Dia mengatakan bahwa pihaknya di pemadam swasta memiliki semboyan, dimana anggota tidak diberi gaji, tidak mendapat imbalan, tapi anggota bekerja sesuai perintah agama dan panggilan jiwa. Mereka punya prinsip, dimana anggota yang mampu dalam hal finansial membantu dana, jika belum mampu, menyumbang tenaga.

“Kenyataan kami di pemadam selalu menyumbang dana dan tenaga, itulah modal kami,” tutur pria yang kerap disapa Alfa Tenggo ini.

Sekretaris Forum Komunikasi Kebakaran Kota Pontianak, Edy Zulkarnain mengatakan, selama ini pemadam kebakaran swasta susah untuk berkerja. Alasannya karena keterbatasan dana untuk kebakaran lahan yang hampir tidak ada. Dana yang didapat hampir 100 persen dari donator di masing-masing damkar swasta.

“Sumber dana dari damkar swasta selain dari diri mereka sendiri, pengurus dan juga donatur. Kalau kebakaran lahan ini setiap hari terjadi, wah banyak bangkrut pemadam swasta,” ucapnya.

Cukup berat tugas dari damkar swasta menanggulangi kebakaran lahan. Apalagi stakeholder terkait selama ini tidak saling bersinergi dengan damkar swasta.

“Jangan damkar swasta bekerja dengan maksimal, sementara stakeholder yang bertanggungjawab menangani kebakaran hutan dan lahan tenang-tenang saja,” katanya.

Pihaknya juga mempertanyakan kepada pemerintah dalam berbagai forum rapat, kenapa pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam memberikan sumbangsih pemikiran dan saran. (rah)