Polda Kalbar Ungkap 31 Kasus Pekerja Migran Ilegal

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 545

Polda Kalbar Ungkap 31 Kasus Pekerja Migran Ilegal
Pontianak, SP -  Tergiur upah tinggi menjadi alasan calon pekerja migran menempuh proses ilegal. Mengurus izin resmi bekerja di luar negeri dianggap berbelit dan membutuhkan biaya besar.  

“Masih ada para pekerja yang melalui proses ilegal dengan harapan bekerja di luar negeri dengan gaji besar. Meskipun tanpa pengetahuan, keterampilan mapun keahlian,” kata Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono.  

Pekerja migran yang berangkat secara ilegal rawan menjadi korban eksploitasi. Tanpa ada keahlian dan dokumen resmi, pekerja migran menjadi sasaran praktik prostitusi dan eksploitasi anak.  

Sejak Januari hingga September 2018, Polda Kalbar mengungkap 31 kasus pekerja migran ilegal dan perdagangan manusia. Polisi menyelamatkan 127 korban yang 53 orang diantaranya perempuan dan anak-anak.  

“Pengungkapan kasus menonjol pengiriman pekerja migran ilegal, pada 18 September 2018 oleh Ditreskrimum Polda Kalbar,” kata Irjen Pol Didi Haryono dalam siaran pers Polda Kalbar, Rabu (19/9).  

Polisi menggagalkan rencana penyelundupan 32 pekerja migran ilegal melalui Bandara Supadio, Kalimantan Barat. Polisi menangkap 5 orang sebagai tersangka dan menyita 14 paspor, 4 mobil serta 27 kartu tanda penduduk sebagai barang bukti.

Para korban yang datang dari Sulawesi Selatan menggunakan pesawat, akan diselundupkan lewat jalan darat melalui perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong. Tersangka dijerat UU Perlindungan Pekerja Migran dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 15 miliar.