RS Sudarso Diduga Pungut Setoran Parkir Ilegal

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 224

RS Sudarso Diduga Pungut Setoran Parkir Ilegal
Pontianak, SP – Pengelola Rumah Sakit Sudarso, Pontianak diduga menerima setoran parkir ilegal. Rumah sakit menerima setoran parkir di jalur hijau sekitar Rp 450 ribu per hari.  

Koordinator petugas parkir, Suhartono Sukran mengatakan saat parkir di dalam rumah sakit diambil alih pihak swasta tahun 2007, petugas parkir diberi jatah parkir di jalur hijau di depan rumah sakit.     

Pembagian jatah parkir itu dikuatkan melalui perjanjian yang ditandatangani Komisi C dan D DPRD Kalimantan Barat, Direktur RS Sudarso, Poltabes Pontianak, Kapolsek, dan Dinas Perhubungan.  

Isi perjanjian antara lain petugas boleh mengelola parkir di jalur hijau sejak 1 Februari 2008 dan berakhir 31 Januari 2009. Aturan itu dapat diperbaharui apabila dikehendaki oleh kedua belah pihak selama 1 tahun.    

“Mengacu pada pasal itu, kalau hanya 1 tahun diberlakukan berarti sampai saat ini tidak ada surat perjanjian baru. Sampai saat ini tidak ada pemberitahuan tidak melanjutkan atau pemberhentian. Tapi dari tahun 2009 sampai tahun 2012 setoran jalan terus,” kata Suhartono Sukran, Selasa (9/10).  

Menurut Suhartono, setoran baru berhenti tahun 2013. Dia menuding pihak rumah sakit menerima setoran ilegal sejak 2009 sampai 2012 karena tidak ada perpanjangan kerjasama.   

Kata Suhartono, setoran dibayar ke bagian tata usaha dengan jumlah bervariasi  mulai dari Rp 450 ribu per hari sampai Rp 1 juta per minggu. Suhartono mengaku memiliki bukti kuitansi penerimaan setoran yang dicap resmi oleh rumah sakit.   Sekarang, 24 petugas yang menjaga lahan parkir di jalur hijau RS Sudarso terancam kehilangan pekerjaan. Pemerintah menggusur jalur hijau untuk jalan.  

Suhartono mengaku tidak bermaksud menghambat program kerja Gubernur Sutarmidji untuk menata area rumah sakit. Dia berharap ada jalan keluar dari masalah ini.  

“Jadi kalau sampai besok tidak ada solusi, kami akan menggugat. Berarti tidak ada win-win solution lagi dan sesuai anjuran pengacara kami, kami akan lapor ke Polda,” kata Suhartono.  

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konformasi dari manajemen RS Sudarso.  Petugas keamanan yang berjaga di gedung administrasi mengatakan, pimpinan sedang rapat. “Sedang rapat. Kami tidak enak menganggu.” (nak/)