Satpol PP Pontianak Tertibkan Bagunan Liar Jalan Gajah Mada

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 309

Satpol PP Pontianak Tertibkan Bagunan Liar Jalan Gajah Mada
Pontianak, SP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak membongkar kios kaki lima di sekitar Jalan Gajah Mada. Kios atau bangunan lainnya yang melebihi batas sempadan jalan akan digusur.  

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak, Syarifah Adriana, larangan membangun kios melebihi sempadan jalan sudah lama berjalan.  

“Jadi, sebenarnya kalau dihitung-hitung sudah 36 tempat. Tapi sepertinya, mereka memang tidak pandai jera,” kata Syarifah, Jumat (12/10).  

Adriana mengakui, sejumlah pedagang bahkan pernah dikenai sanksi tindak pidana ringan dan tempat berdagang dibongkar. Namun mereka tetap nekat berjualan dengan memasang terpal.  

Sasaran penertiban yang utama, kata Adriana, adalah toko-toko buah. Selain itu, ada beberapa konter handphone dan permukiman warga. “Tapi kalau bangunan hotel yang mempunyai izin, tentu nantinya akan dikoordinasikan dengan PUPR,” imbuh Adriana.  

Saat penertiban, selain menempelkan stiker peringatan, Satpol PP juga menyita barang-barang dagangan yang dianggap melanggar aturan, seperti gerobak dan tenda.  

Barang-barang yang disita boleh diambil kembali setelah mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring). Jadwal sidang tipiring untuk penertiban kali ini akan dilakukan hari Rabu dan Kamis.  

“Setelah sidang, mereka diputuskan bersalah lalu diminta untuk membongkar, dan silakan barang-barangnya diambil setelah menunjukkan surat bukti sidang,” pungkas Adriana.  

Julita, pemilik laundry di Jalan Gajah Mada yang berada di tempat ketika penetiban berlangsung mengatakan, sudah pernah diberi peringatan oleh Satpol PP.    

Penertiban kali ini, menurutnya adalah peringatan kedua. Pada peringatan ketiga, walaupun pemilik tidak berada di tempat, barang-barang yang letaknya melanggar aturan akan tetap diangkut. “Kalau saya, alhamdulillah, tidak ada barang yang diangkut, hanya dipindahkan ke dalam dan tidak ikut sidang,” tuturnya. (lha/)