Verifikasi Pemberkasan Pelamar CPNS, Dokter Spesialis Minim Pelamar

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 244

Verifikasi Pemberkasan Pelamar CPNS, Dokter Spesialis Minim Pelamar
VERIFIKASI - Sejumlah pelamar sedang mengikuti proses verifikasi data CPNS di Halaman Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak, Kamis (11/10). (Humas)
Kepala BKPSDM Kota Pontianak, Multi Juto Bhatarendro
"Untuk itu, saya mengimbau kawan-kawan spesialis untuk bergabung menjadi ASN di Pemkot Pontianak. Sangat disayangkan apabila ada  satu formasi yang tidak terisi, karena memang sangat dibutuhkan oleh kita."

PONTIANAK, SP - Halaman Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak dipadati para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Kamis (11/10). 

Kedatangan mereka untuk verifikasi berkas yang sebelumnya sudah didaftarkan, melalui portal Badan Kepegawaian Negara (BKN) penerimaan CPNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. 

Kepala BKPSDM Kota Pontianak, Multi Juto Bhatarendro menerangkan, Pemerintah Daerah (Pemda) membantu pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan BKN, untuk penerimaan CPNS tahun 2018. 

Peran pemda atau Pemkot Pontianak, salah satunya melakukan verifikasi pemberkasan. 

“Tujuannya adalah setelah mereka diterima, tidak ada ditemukan kecurangan atau pemalsuan kelengkapan berkas yang dibutuhkan untuk masuknya seseorang sebagai CPNS,” ungkapnya.

Sebab, lanjut dia, saat pelamar melampirkan berkas secara online dilakukan dengan cara scanning. Sehingga tidak menutup kemungkinan ada berkas-berkas yang mungkin terjadi ketidaksesuaian atau pemalsuan dan sebagainya. 

Oleh sebab itu, para pelamar membawa kelengkapan berkas aslinya untuk diverifikasi. “Setelah pemberkasan dinyatakan valid, maka para pelamar mendapatkan kartu peserta ujian,” ujar Multi.

Sesuai dengan jadwal penutupan pendaftaran tanggal 15 Oktober 2018 pukul 00.00 WIB pada https://sscn.bkn.go.id. Namun diakuinya, pihaknya masih melihat perkembangan dari pusat, apakah diperpanjang atau tidak. 

Sedangkan untuk pemberkasan diperkirakan tanggal 17 atau 18 Oktober 2018. “Ketika seseorang sudah melakukan pendaftaran di portal BKN, maka dia harus sudah melengkapi persyaratan yang dibutuhkan untuk diverifikasi,” sebutnya.

Menurut Multi, dari 233 formasi yang dibuka Pemkot Pontianak, 70 persen sudah terlihat tersaring di bidang pendidikan dan kesehatan. Namun diakuinya, untuk formasi Dokter Spesialis Anastesy, Spesialis Obstetry dan Ginokology dan Dokter Gigi masih minim pelamar. 

“Untuk itu, saya mengimbau kawan-kawan spesialis untuk bergabung menjadi ASN di Pemkot Pontianak. Sangat disayangkan apabila ada  satu formasi yang tidak terisi, karena memang sangat dibutuhkan oleh kita,” tuturnya.

Meskipun beberapa formasi tersedia, namun dikatakan Multi kebutuhan aparatur dari masing-masing OPD banyak yang  tidak terakomodir, dikarenakan keterbatasan penerimaan CPNS.

Ia menjelaskan, formasi penerimaan CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak sebanyak 233 orang, dan jumlah formasi tersebut didominasi tenaga kesehatan dan pendidikan.

"Dua profesi tersebut memang sangat dibutuhkan karena kondisi ASN tenaga kesehatan dan pendidikan sangat minim. Sebelumnya yang kami mengusulkan sebanyak 295 formasi, tetapi kuota yang disetujui oleh pusat hanya 233 lowongan saja," ungkapnya.

Multi menambahkan, pihaknya sudah mulai mempersiapkan untuk kelancaran pelaksanaan tes CPNS tahun 2018, fasilitas pendukung terutama komputer, server hingga mesin genset. Lokasi pelaksanaan tes CPNS Kota Pontianak rencananya digelar di Politeknik Tonggak Equator.

"Selain dengan Tonggak Equator, kita juga masih bicarakan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, apakah bisa melaksanakan tes CPNS di sekolah-sekolah yang memiliki lab komputer," katanya.

Terkait materi seleksi CPNS, sebagaimana yang dijelaskan dalam pengumuman, terdiri dari Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Ia mengimbau, para peserta tes CPNS untuk tetap optimis sebab dengan mendaftar dengan baik itu sudah berproses dan berpeluang. 

Ditegaskannya lagi, bahwa Pemkot Pontianak hanya membantu pemerintah pusat dalam penerimaan CPNS. 

“Nanti ketika pelaksanaan tes, kami tidak diperbolehkan  masuk ke gedung oleh panitia untuk independensi tes CPNS,” pungkasnya. (bob/*)

CPNS Masih Jadi Primadona

Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 diperkirakan akan diikuti sekitar 5 juta orang. Padahal negara hanya membuka formasi total sekitar 283.015 lowongan yang tersebar, baik di pusat maupun daerah. Menjadi pertanyaan, kenapa CPNS masih menjadi daya tarik masyarakat hingga hari ini?

Sejak dibukanya pendaftaran CPNS 2018 pada Rabu (26/9), situs pendaftaran terpadu yang disediakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yaitu sscn.bkn.go.id langsung diserbu pelamar. Di hari pertama saja, permintaan pembuatan akun SSCN di server Dukcapil sudah melebihi 555 ribu. Namun banyak yang mengeluhkan tak bisa membuat akun.

Tingginya animo masyarakat untuk ikut seleksi CPNS ini menunjukkan pekerjaan sebagai abdi negara masih jadi idola masyarakat Indonesia. Ada beragam alasan CPNS masih diburu banyak orang.

Pengamat Reformasi Birokrasi dari FISIP Unpad Yogi Suprayogi Sugandi menjelaskan bahwa urusan finansial merupakan alasan utama masyarakat akan selalu melirik CPNS. 

"Banyak motivasi ya mereka bergabung. Ada yang dari sisi kesejahteraan, ada yang karir, komplit," kata Yogi.

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio sepakat bahwa pekerjaaan sebagai CPNS memberikan kepastian kesejahteraan. Tunjangan kinerja jabatan PNS bisa mencapai puluhan juta.

"PNS kan sekarang gajinya banyak, ada tunjangan kinerjanya. Itu besar, tergantung daerahnya. Tangerang saja eseleon 2 bisa sampai Rp50 juta, DKI bisa sampai Rp75 juta," kata dia. 

Tunjangan kinerja diberikan berdasarkan jabatan. Namun nominalnya berdasarkan absensi elektronik atau kehadiran, kinerja atau capaian kerja, dan disiplin pegawai. Belum lagi, PNS akan mendapatkan fasilitas dan asuransi hari tua atau pensiunan. 

Selain gaji, karier aparatur sipil negara (ASN) ini juga jelas. Berbeda dari swasta, para abdi negara itu tak mudah dipecat kecuali dia melakukan tindakan kriminal. Tak peduli seperti apa performa PNS, dia akan sulit dipecat. Begitupun negara yang mungkin akan sulit mengalami kebangkrutan.

Kesejahteraan dan keamanan inilah yang membuat banyak orang tua ingin anaknya menjadi PNS atau mendapatkan pasangan yang bekerja sebagai PNS. Ada gengsi orang tua ketika mendapatkan menantu PNS atau anaknya sendiri menjadi PNS.

"Dari zaman dulu misalnya saya punya anak perempuan ada yang mau, satu CPNS yang satu swasta, pasti orang tua itu pilih yang CPNS, terutama yang di daerah. Karena bisa dapat pensiun, bisa jadi pejabat," katanya.

Sebagai pejabat, kata Agus, PNS bisa memiliki kuasa, dan bisa menekan orang lain dengan jabatannya. Hal ini yang tak terbeli meski kadang pekerja swasta memiliki penghasilan lebih besar.

Di sisi lain, masyarakat berbondong-bondong melamar sebagai abdi negara juga tak lepas dari lapangan kerja yang sempit. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) hanya 5,06 persen, sehingga tak banyak lapangan kerja baru yang tercipta.

"Kalau 7 persen minimal itu baru menciptakan lapangan kerja yang masif. Makanya tumbuhkan ekonomi agar ada lapangan kerja," ujarnya. (cnn/bob)