Pontianak Expo Pamerkan Produk Unggulan UMKM

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 327

Pontianak Expo Pamerkan Produk Unggulan UMKM
Pontianak, SP - Berbagai rangkaian kegiatan dilakukan dalam rangka memeriah hari jadi Kota Pontianak ke-247. Satu di antaranya adalah Pontianak Expo 2108, Pekan Pameran Laboratorium Inovasi Daerah dan Produk Unggulan Khas Daerah. 

“Bahwa Kota Pontianak sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan inovasi-inovasi dan sekaligus memamerkan produk bagi pelaku Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” kata Plt Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono yang membuka kegiatan tersebut, Jumat (19/10).  

Menurut Edi, momentum ini harus dimanfaatkan baik oleh pemerintah, pelaku UMKM, maupun masyarakat. Hal itu dilakukan supaya masyarakat Kota Pontianak bisa melihat, belajar, dan melakukan banyak inovasi, bukan hanya dari Kota Pontianak, melainkan juga dari berbagai daerah lain di Indonesia.  

Ajang inovasi serupa akan terus ditingkatkan. Sementara, untuk mempromosikan produk khas daerah, Pemkot Pontianak akan mengadakan pameran dan mengikuti expo di luar daerah.  

Ada 5 sertifikat warisan budaya tak benda yang terdaftar di Kemendikbud, yaitu arakan pengantin, saprahan ala Melayu, tenun corak insang, pacri nenas, dan sayur keladi.  

Warisan budaya tak benda itu, kata Edi, akan menjadi kekhasan Kota Pontianak dan akan terus meningkatkan produk-produk lainnya untuk menjadi kekhasan Kota Pontianak. “Di era saya, kita akan terus tingkatkan seperti Aloe Vera Center (AVC). Akan kita maksimalkkan fungsinya lagi,” tuturnya.

Untuk meningkatkan produk AVC, langkah pertama yang akan dilakukan karena produknya sudah ada adalah mempopulerkannya. “Sekarang kita akan memetakan lahan-lahan pertanian (lidah buaya). Selanjutnya, AVC akan kita tingkatkan sebagai salah satu center laboratorium kajian tentang aloe vera,” paparnya.

Di tempat yang sama, Nur Fadli, Ketua DPRD Kota Pontianak mengatakan bahwa Pontianak Expo 2018 adalah kegiatan yang sangat positif.  

Melalui Pontianak Expo pelaku UMKM bisa menampilkan produk-produk lokal. “Karena bukan hanya orang luar, penduduk Pontianak sendiri barangkali ada yang belum tahu produk daerahnya,” kata Nur Fadli.  

Setelah pameran selanjutnya tinggal bagaimana masyarakat Kota Pontianak mengolah potensi dan bahan-bahan yang ada untuk dijadikan produk agar terkenal di daerah lain. (lha/)