Gubernur Minta Dispensasi Umur CPNS Dokter Spesialis

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 315

Gubernur Minta Dispensasi Umur CPNS Dokter Spesialis
Pontianak, SP – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji memastikan proses penerimaan calon pegawai negeri sipil berjalan transparan dan akuntabel. Diharapkan ada dispensasi mengenai batasan umur untuk pelamar CPNS dokter spesialis.

Saya pastikan semua berjalan sesuai aturan dan tidak akan siapapun meminta bantuan untuk meloloskan tes CPNS,” kata Sutarmidji.  

Gubernur meminta peserta yang mengikuti seleksi CPNS tidak mempercayai jika ada tawaran pihak yang mengaku dapat membantu kelulusan CPNS.  

“Jika ada yang menjanjikan bisa bakal lulus CPNS, saya pastikan itu bohong. Karena kita penerimaan CPNS itu mengacu pada aturan dari pusat,” tegasnya.  

Lebih lanjut, Sutarmidji menambahkan untuk formasi penerimaan sudah jelas yang telah dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Aturan itu juga berlaku bagi tenaga honorer yang mengikuti tes CPNS.  

“Semuanya sesuai dengan aturan dan K2, juga aturannya usianya harus di bawah 35 tahun. Dan itu harus dipatuhi,” katanya  

Menurut Sutarmidji, formasi CPNS untuk penyandang disabilitas 1 persen dari total penerimaan. “Bagi yang lulusan cumlaude nanti akan bersaing dengan cumlaude yang ada kuota masing-masing. Dan yang disabilitas nanti juga dapat kuota satu persen bakal bersaing juga,” kata Sutarmidji.  

Sementara kuota untuk lulusan terbaik, ada lowongan untuk 18 orang pelamar dan 4 lowongan untuk pelamar disabilitas. “Saya belum dalami untuk yang khusus itu perlakuan usianya kita minta dispendasi ke BKN. Misal dokter spesialis yang langka dan dibutuhkan,” ujar Sutarmidji. (nak/)