Gubernur Kalbar Akan Beri Hadiah Pelapor Perusakan Hutan

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 317

Gubernur Kalbar Akan Beri Hadiah Pelapor Perusakan Hutan
Pontianak, SP - Gubernur Kalimantan Barat akan memberi hadiah untuk pelapor kasus perusakan hutan. Ekosistem hutan yang baik menjamin kelangsungan hidup sejumlah satwa, termasuk burung rangkong gading yang kini terancam punah.  

“Kedepan saya akan buat langkah-langkah atau program untuk melestarikan ekosistem di hutan, bekerjasama dengan komunitas-komunitas pencita alam. Jika ada masyarakat yang menemukan pelanggaran berakibat kerusakan hutan silakan lapor akan kami berikan reward (hadiah),” kata Gubernur.  

Populasi rangkong gading (Rhinoplax Vigil) terbanyak di Asia, terutama Kalimantan dan Sumatera. Rangkong gading mempunyai peran penting dalam ekosistem sebagai penyebar benih pohon buah karena jelajah terbangnya  yang mampu mencapai 100 kilometer.  

Ketergantungan rangkong gading pada keberadaan pohon yang kuat sebagai tempat bersarang dapat menjadi indikasi tingkat kesehatan suatu ekosistem.  

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menerbitkan keputusan Menteri LHK Nomor: SK.215/MENLHK/KSDAE/KSA.2/5/2018 tanggal 2 Mei 2018 tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Rangkong Gading (Rhinoplax Vigil) Indonesia 2018-2028.  

“Saya sangat aspresiasi aturan sosialiasi strategi dan rencana konservasi (SRAK) rankong gading oleh Kementerian LHK. Sebab rangkong gading adalah maskot Provinsi Kalbar. Burung rankong gading ini mulai punah,” kata Gubernur Kalbar, Sutarmidji usai menghadiri sosialisasi SRAK, di Rumah Dinas Gubernur, Rabu (24/10).  

Gubernur berharap sosialisasi ini sampai ke masyarakat, sehingga turut menjaga rangkong gading. Ia juga mengingatkan peran penting masyarakat terutama yang tinggal di kawasan hutan untuk melestarikan hewan yang dilindungi.  

“Jika kesimbangan di hutan terganggu, kita tidak bisa melihat lagi ekosistem yang asri. Tidak akan ada lagi air yang mengalir jernih, ikan dan burung yang indah di hutan untuk dilihat,” ujarnya  

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Wiratno mengungkapkan, sosialisasi SRAK untuk medorong kesadaran masyarakat melindungi dan melestarikan hewan yang dilindungi terutama rangkong gading.    

“Saat ini perburuan dan penyeludupan rangkong gading cukup meningkat di Indonesia,” kata Wiratno.  

Diperkirakan terdapat sekitar 27,4 juta hektare hutan lahan kering primer dan sekunder tersisa yang berpontesi sebagai habitat rangkong gading di Kalimantan dan Sumatera.  

Kegiatan deforestasi (penebangan hutan) menjadi faktor pendorong berkurangnya jumlah populasi rangkong gading di alam liar.  

“Akibat tingginya perburuan dan perdagangan terhadap satwa tersebut, spesies ini dimasukkan ke dalam daftar Appendix I CITES (satwa langka) dan dinyatakan kritis serta berada dalam daftar merah IUCN,” sebutnya.  

Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, rangkong gading atau yang umum disebut burung enggang gading adalah ikon kebanggaan masyarakat Kalbar yang harus dijaga kelestariannya.  

“Rangkong gading ini ikon, hampir di seluruh wilayah Kalbar gerbang-gerbang utama pasti menampilkan burung enggang gading. Ini simbol dan juga kebanggan masyarakat Kalimantan Barat, harus kita jaga,” kata Didi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.  

Polda Kalimantan Barat akan terus melakukan penindakan terhadap pihak yang memperjual belikan binatang yang dilindungi. “Sudah ada beberapa kasus yang berhasil diungkap dan ditangani proses hukumnya. Ada juga yang sudah sampai ke Kejaksaan.” (nak/)