Peraih IPK Sempurna Untan, Kuliah Jalan Kaki

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 21376

Peraih IPK Sempurna Untan, Kuliah Jalan Kaki
Pontianak, SP - Su Chan, mahasiswa berusia 23 tahun ini boleh bangga dengan gelar wisudanya. Perjuangan yang selama ini dijalaninya terbayar, dengan IPK sempurna.

Su Chan satu diantara 2.110 lebih mahasiswa yang diwisuda Universitas Tanjungpura di Auditorium Jalan Muhammad Isya Pontianak, Kamis (25/10). “Perjuangan selama ini terbayar dengan sebuah kebanggaan. Kehadiran bahagia menutup duka selama ini,” kata Su Chan haru.

Su Chan meraih prestasi ditengah keterbatasan ekonomi. Dia berhasil mendapatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna 4,00, melalui proses berangkat kuliah berjalan kaki.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untan tersebut, selama empat tahun kuliah tidak memiliki kendaraan sendiri. Sesekali menumpang teman berangkat ke kampus.

Beberapa peluang kerja juga terpaksa ditinggalkan karena terkendala tidak memiliki kendaraan. “Saya ke kampus jalan kaki. Kadang kalau ada ketemu teman yang bawa kendaraan, nebeng.” ucap Su Chan.

Setelah lulus SMA tahun 2013, Su Chan tidak bisa langsung kuliah seperti teman-temannya. Kondisi ekonomi mengharuskannya bekerja dan tidak melanjutkan kuliah.

Selama satu tahun Su Chan menjaga toko handphone di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Tak bertahan lama, Su Chan pindah bekerja ke daerah Pamulang, Provinsi Banten.

Niat meneruskan pendidikan ke perguruan kembali muncul setelah tidak sengaja melewati salah satu universitas yang sedang menggelar wisuda.

Pria asal Kecamatan Pemangkat, Sambas, Kalimantan Barat ini mengaku harus pandai menghemat uang selama kuliah yang didapat sepenuhnya dari beasiswa. Dirinya juga tidak pernah berharap kiriman orang tua karena hanya akan menambah beban.

Orang tua Su Chan masih suka memberi uang. Rp 500 ribu untuk 3 bulan hidup di perantauan. “Saya tidak berani sering-sering pulang kampung karena itu akan menambah beban orang tua saya,” kata Su Chan.

Untuk membiayai kuliahnya dia mengandalkan beasiswa Yayasan Bumi Khatulistiwa, Rp 1 juta rupiah perbulan. Jumlah itu sudah sangat mencukupi kehidupannya di Pontianak.

Su Chan meyakini semua orang dapat meraih mimpi asal memiliki kemauan besar. “Saya pernah baca novel, satu kalimat yang memacu semangat saya yakni man jadda wajada (barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil).” (din)