Istri Pejabat Polresta Pontianak Diduga Aniaya Bawahan

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 1169

Istri Pejabat Polresta Pontianak Diduga Aniaya Bawahan
NK saat dirawat di RS Antonius Pontianak
PONTIANAK, SP – Seorang perempuan berinisal NK (43) mengaku dianiaya MH, istri pejabat utama Polresta Pontianak, Selasa (30/10) malam lalu.

Saat ini, NK dirawat di Rumah Sakit Antonius Pontianak. Selang infus terlihat terpasang di tangan dan selang oksigen terpasang di hidungnya untuk membantu pernapasan. Sebagai bawahan, NK yang juga istri salah satu anggota kepolisian ini tak kuasa melawan.

NK menceritakan, ihwal kejadian bermula di kediaman MH. "Saya ditampar, kemudian dicekik. Cuma saya sadar saat itu, saya gak boleh melawan, ini atasan, ini atasan saya," kata NK, Jumat (2/11).

Usai dicekik, korban kemudian didorong dan berusaha keluar dari rumah, namun dihalangi. Tak hanya dianiaya, NK juga diancam ketika MH melihat sebilah pisau yang ada di rumah saat itu.

"Ada ancaman, di situ ada pisau, 'saya bisa bunuh kamu' katanya. Separah itu kah, dalam hati saya," ungkapnya.

Kepada atasan, NK meyakini, apapun yang terjadi, harus tetap hormat. “Tapi beliau dihormati malah makin beringas. Cuma saya dasarnya itu, saya gak boleh melawan. Ini atasan," ujarnya.

Menurut NK, penganiayaan sendiri berawal dari jual beli cincin berlian antara korban dengan MH. Korban membeli berlian seharga Rp18 juta dari pelaku beberapa waktu yang lalu.

Pembelian itu, dibayar dua kali. Pembayaran pertama, korban sudah menyerahkan uang sebesar Rp10 juta. Kemudian korban kembali menyerahkan uang sebesar Rp 8 juta untuk pelunasan.

"Saya bayar pertama 10 juta pakai uang pecahan Rp50 ribu, yang terakhir saya bayar Rp8 juta," ungkapnya.

Hanya saja, MH meyakini, dia baru membayar sebesar Rp8 juta dan masih berhutang Rp10 juta.  Korban pun datang bersama rekannya ke rumah MH  sambil membawa cincin berlian tersebut.

Saat berada di rumah MH, korban diminta mengembalikan berlian dan diminta menerima uang uang Rp8 juta. Namun korban menolak, karena merasa sudah melunasi pembelian. 

"Saya dibilang baru bayar Rp8 juta, padahal sudah lunas. Saya dapat sertifikat berlian itu," papar Nia.

Memang, pada saat pembayaran, NK tidak menerima kuitansi atau tanda bukti pembayaran, hanya diberi sertifikat cincin berlian. Karena tak mau mengambil uang itu, MH kemudian emosi yang berujung pada penganiayaan.

"Sebelum kamu terima uang ini, kamu gak boleh keluar," ujar korban menirukan suara MH.

Saat dianiaya, korban berupaya keluar dari rumah, namun dihalangi oleh MH. Korban akhirnya bisa keluar dari rumah itu setelah sopir dan penjagaan memintanya untuk mengambil uang itu.

"Dia dorong saya terus, dia halangi saya keluar. Saya bilang 'izin Bu, saya mau keluar'. Tapi dia nya gak bolehkan," ucapnya.

Usai mengalami penganiyaan tersebut, korban mengaku kepalanya pusing seperti berputar-putar. Korban bahkan muntah dan sesak napas. Korban kemudian dibawa pihak keluarga ke salah satu rumah sakit di Pontianak.
"Tenggorokan memang gak bisa nelan sampai sekarang," tuturnya.

Pihak korban kemudian membuat pengaduan dan laporan secara resmi ke Direktorat Kriminal Umum Polda Kalbar. Kakak kandung korban, Neti, meminta kasus ini bisa diselesaikan secara sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

Menurutnya, sebagai pimpinan, MH harus bisa mengayomi masyarakat dan memperhatikan istri-istri anggota polisi. "Jangan sampai lagi ada terjadi seperti ini, jangan ada lagi istri-istri anggota (polisi) lainnya yang jadi korban," harapnya.

Suara Pemred berusaha mengkonfirmasi kejadian tersebut ke MH, dengan mendatangi kediamannya di Jalan Pang Semangai, Pontianak Selatan. Namun rumah dinas tersebut kosong. MH dikabarkan mengontrak sebuah rumah lain, sembari rumah itu selesai diperbaiki.

Hanya ada beberapa orang dan petugas kepolisian yang sedang berjaga dan mengaku tidak tahu alamat rumah yang ditempati MH sekarang.  

Sementara itu, terkait laporan kepolisian, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Nanang Purnomo mengaku belum mengetahui prihal laporan tersebut, dan akan segera menindaklanjutinya ke Ditreskrimum. (ang)