Balita Hilang di Villa Ria, Polisi Tidak Temukan Bukti Kekerasan Fisik

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 175

Balita Hilang di Villa Ria, Polisi Tidak Temukan Bukti Kekerasan Fisik
Got tempat Ajun Tenggelam
Pontianak, SP – Polisi tidak menemukan bukti kekerasan fisik dari hasil outopsi terhadap Alfen Tio Asmeraldo/ Ajun (1,3 tahun), balita yang dikabarkan hilang di Villa Ria Indah, Pontianak Timur. Polisi memastikan korban meninggal karena tenggelam.  

Hasil outopsi ditemukan luka memar di punggung kaki, tulang kering, dan lutut sebelah kanan yang diduga akibat terbentur bibir got. Ditemukan juga luka memar di telapak tangan kanan yang diduga korban berusaha menggapai sesuatu sesaat setelah jatuh.  

Sejak Minggu (4/11) warga Kota Pontianak dihebohkan dengan isu penculikan, pasalnya Alfen Tio Asmeraldo (Anjon) dilaporkan hilang sekitar pukul 07.30 WIB.  

Rumor beredar dengan cepat di media sosial karena ada yang menyebut anak diculik. Orang tua korban juga melapor ke Polsek Pontianak Timur bahwa anaknya hilang diculik.  

Aparat kepolisian dari Polsek Pontianak Timur, Polresta Pontianak dan juga Polda Kalbar berupaya mencari korban di sekitar rumah di Jalan YM Sabran, Komplek Villa Ria Indah, Pontianak Timur.  

Akhirnya pada, Selasa, (6/11) keberadaan korban menemui titik terang. Korban ditemukan kakak sepupunya sendiri dalam keadaan meninggal. “Pada hari selasa 6 November 2018 sekitar pukul 07.20 WIB, telah ditemukan dalam got tepatnya di depan rumah nenek korban yang berjarak kurang lebih 5 meter dari rumah korban,” ujar Kapolsek Pontianak Timur, Kompol Suhar dalam keterangan resminya.  

“Yang menemukan Wendi (abang sepupu korban). Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dalam air dengan kondisi sudah meninggal,” lanjut Kompol Suhar.  

Got tempat korban terjatuh memiliki kedalaman kurang lebih 20 cm dengan lebar kurang lebih 25 cm. Kondisi air bening sehingga memungkinkan saksi melihat korban saat melakukan pencarian.  

Saksi pertama kali melihat kaki korban dan melaporkan hal itu kepada pamannya untuk kemudian jasad korban dievakuasi untuk dibersihkan. “Selanjutnya terhadap jasad korban sudah dibawa ke RS Sudarso untuk dilakukan visum,” tutup Kapolsek (nak/)