Driver Go-Jek Pontianak Over Kapasitas

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 236

Driver Go-Jek Pontianak Over Kapasitas
Pontianak, SP - Komunitas Driver Go-Jek Khatulistiwa Pontianak mengadakan aksi damai di kantor Go-Jek cabang Pontianak, Jalan Uray Bawadi. Sekitar 150 driver Go-Jek mengajukan beberapa tuntutan antara lain stop penambahan driver Go-Jek di wilayah operasional cabang Pontianak dan persetujuan menggunakan aplikasi Fake GPS.   

“Ini klimaks dari beberapa waktu lalu ketika kami adakan pertemuan dengan pihak Go-Jek,” kata Sam, koordinator aksi dari Komunitas Driver Go-Jek Khatulistiwa.   

Terkait Fake GPS, Sam mengatakan, sering terjadi benturan ojek online pengguna Fake GPS dengan yang original di lapangan.  

Di beberapa daerah lain seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar, Fake GPS sudah disetujui oleh pihak Go-Jek. Salah satu alasannya, fasilitas Fake GPS bukan aplikasi terlarang dan dapat diunduh di play store.  

Menurut Sam, operator Go-Jek hanya berdiam diri ketika terjadi masalah di lapangan. Operator misalnya tidak memediasi konflik antar driver terakait penggunaan aplikasi Fake GPS.   Fake GPS atau aplikasi pemalsu posisi driver, terjadi karena akumulasi jumlah pengemudi Go-Jek yang sudah terlalu banyak di Kota Pontianak. “Di Kota Pontianak sudah hampir 10 ribu lebih driver. Misalnya driver sudah melebihi jumlah 10 ribu, berapa sih kuota sebenarnya,” kata Sam.   

Para driver yang berunjuk rasa akan membuat surat agar dewan memanggil manajemen Go-Jek untuk membahas batasan jumlah driver di Kota Pontianak.  

“Kasihan kawan-kawan yang baru daftar jadi driver Go-Jek, mereka tidak mendapat hasil apa-apa. Lihat di lapangan, mereka seperti orang gila saja yang duduk tiap hari liat hape.”   

Menurut Sam, Fake GPS bukan tindakan fiktif. Pengguna Fake GPS tidak mencuri. Mereka mendapat orderan, membeli, lalu mengantarkan kepada konsumen. Fake GPS membantu agar para driver tidak menumpuk di jalanan.  

Jika manajemen Go-Jek tidak menyetujui penggunaan Fake GPS, para driver berencana membuat surat ke Dinas Perhubungan dan Gubernur.     

Perwakilan manajemen Go-Jek cabang Pontianak sempat ingin melakukan mediasi dengan driver yang berunjuk rasa namun ditolak.  

Perwakilan manajemen hanya mengimbau agar unjuk rasa para driver tidak mengganggu aktivitas masyarakat Kota Pontianak.  

“Kami dari pihak Go-Jek Indonesia mengucapkan terima kasih atas aspirasi ini. Tetap jaga keamanan dan ketertiban dalam menyampaikan aspirasi,” kata Yendi Valentino, perwakilan manajemen Go-Jek cabang Pontianak.  

Sebagai informasi, aplikasi Fake GPS memungkinkan driver memanipulasi lokasi GPS yang terbaca di layar smartphone konsumen. Aplikasi ini memungkinkan driver memindah titik yang ada di aplikasi sehingga terlihat lebih dekat ke lokasi tertentu.  

Aplikasi ini dinilai merugikan penumpang karena terkadang lokasi driver yang terbaca dekat dengan lokasi, ternyata jauh. Ini berarti juga menutup kesempatan driver lain yang lokasi riilnya dekat dengan konsumen untuk memperoleh penumpang. (lha/)