Pekan Olahraga Pelajar Wilayah II di Surakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Barat Kirim 160 Atlet Pelajar

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 166

Pekan Olahraga Pelajar Wilayah II di Surakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Barat Kirim 160 Atlet Pelajar
FOTO BERSAMA - Gubernur Kalbar, Sutarmidji foto bersama dengan atlet pelajar Kalbar yang akan berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) II di Surakarta, Jawa Tengah 7-13 November 2018. (SP/Nana)
Gunernur Kalimantan Barat, Sutarmidji melepas sebanyak 160 atlet pelajar asal Kalbar  menuju Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) II yang akan berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah 7-13 November 2018 mendatang.

SP - Para atlet yang sebelumnya telah diseleksi ini, dilepas Sutarmidji di Aula Bhineka Tunggal Ika, Kantor BPSDM Provinsi Kalbar, Selasa (6/11). 

Popwil sendiri merupakan agenda yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, yang bertujuan sebagai seleksi atlet yang akan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional  (POPNAS) 2019 nanti.

“Sebanyak 160 atlet ini dari berbagai cabang mulai dari basket, bola voli, sepak takraw, sepak bola, tenis meja, tenis, bulu tangkis dan pencak silat,” ujar Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kalbar, Natalia Karyawati usai acara pelepasan.

Nantinya, kata Natalia, para pelajar yang turun diajang Popwil ini akan menghadapi dan bersaing dengan lima provinsi lainnya pada kegiatan tersebut, yakni Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Bengkulu, Lampung dan Sumatera Selatan. 

Sebelumnya para atlet asal Kalbar ini telah mengikuti pemusatan latihan di Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata pada tanggal 2-6 November 2018.

“Mereka yang lolos di Popwil ini akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional di Papua pada 2019 mendatang,” terang Natalia

Gubernur Kalbar, yang melepas Kontigen Popwil II Kalbar meminta agar para atlet untuk tampil maksimal, agar bisa menjadi juara dalam ajang tersebut. 

Untuk memantik semangat para atlet, Midji bahkan menjanjikan akan memberikan bonus kepada pelajar yang berhasil menjadi juara.

“Kita minta para pelajar harus semaksimal mungkin untuk jadi juara, jangan mau kalah sama pelajar dari provinsi lainnya ,” ujar Gubernur.

Midji juga berharap atlet basket Kalbar, agar bisa menjadi juara pada ajang tersebut. “Saya lihat postur anak-anak cabang olahraga bola basket bisa jadi juara, dan basket ini lagi semangat-semangatnya mempunyai prestasi. Saya optimis basket bisa menjadi salah satu juara kita,” imbuhnya.

Midji juga menyatakan wacana dirinya, untuk membangun lapangan basket yang refresentatif di kawasan Stadion SSAi. 

“Tahun depan kita rencanakan pembagunan itu, di kawasan stadion, karena saya lihat prestasi olahraga basket cukup bagus,” tandasnya. 

Pada Popwil II ini, tim pencak silat Kalbar menurunkan sebanyak 29 atlet. Mereka akan berlaga di 23 nomor pertandingan.

"Para atlet berasal dari berbagai daerah di Kalbar," ujar Tim Pelatih Kalbar, Azwar .

Sebelumnya, para atlet melakukan pemusatan di daerah masing -masing. "Pemantapan internal tim yang difasilitasi oleh Dispora Provinsi Kalbar juga sudah dilakukan," kata dia.

Terlebih, pada Popwil II, tim pelatih sudah melakukan pemetaan dari kekuatan calon lawan yang akan dihadapi.

"Kami memiliki target lebih tinggi, dari pada Popwil di Jakarta," ujarnya.

Sementara itu, atlet tenis meja asal Sintang yang mewakili Provinsi Kalimantan Barat ditargetkan lolos tiga besar dalam ajang Pekan Olahraga Wilayah (Popwil).

Pelatih Tenis Meja Persatuan Tenis Meja Indonesia (PTMSI) Sintang, Yuyuh mengatakan, saat ini atlet asal Kalbar tengah dilakukan pemusatan latihan di Pontianak.

“Pertandingan dengan sistem beregu ini cukup berat untuk atlet laki-laki, namun target tiga besar dimungkinkan diraih, mengingat mereka peraih medali emas pada ajang Kejurprov lalu,” kata Yuyuh.

Sementara untuk atlet tenis meja putri  pada Popwil solo, kata yuyuh  seluruhnya atlet muda yang cukup berbakat.

“Kalau yang putri harusnya bisa mempertahankan tiga besar, sebab dua tahun lalu masuk tiga besar lolos ajang Popnas, dan diharapkan tahun ini dapat mengikuti Popwil di Papua. Kekalahan tahun lalu, dikarenakan salah strategi saja,” katanya. (nana arianto/bob)