Program Lampu Surya Hemat Energi Untuk Kalbar

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 131

Program Lampu Surya Hemat Energi Untuk Kalbar
Pontianak, SP -  Tim kerja Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Deputi Sumber Daya Alam dan Jasa, mengadakan rapat koordinasi dan peninjauan lapangan terkait monitoring dan evaluasi program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).  

Deputi Menko Kemaritiman bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Agung Koeswandono mengatakan masih ada sekitar 2.500 desa di Indonesia yang belum teraliri listrik, termasuk di daerah Kalimantan Barat. Desa-desa itu terletak di daerah pinggir, juga di perbatasan.  

“Untuk mencapai ke sana, susah. PLN punya kendala. Kalau kita menunggu PLN menyambung kabel ke sana, mungkin 50 tahun pun tidak akan sampai,” kata Agung Koeswandono, Selasa (6/11) di Hotel Harris.  

Oleh sebab itu, Agung menambahkan jalan satu-satunya adalah dengan menggunakan energi terbarukan, seperti listrik tenaga surya, mikro hidro, atau angin. Listrik dan perangkat-perangkat pembangkit ini dibagikan gratis karena menggunakan APBN.  

“Kita bekerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan swasta supaya bantuan untuk masyarakat di daerah langsung mencapai sasaran,” paparnya.  

Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir, perwakilan tiga kabupaten di Kalbar yang mendapat bantuan program LTSHE menyampaikan alasan ketertarikannya pada program yang baru menyambangi Kalbar tahun ini. Untuk mengatasi persoalan listrik di kabupaten yang dipimpinnya, energi terbarukan dirasa paling cocok.  

“Yang kita usulkan, dari desa saja mungkin 30 sampai 40 kilometer jaraknya. Tidak mungkin masuk pakai jaringan listrik. Solusinya, dengan energi seperti inilah yang membantu kami untuk mengatasi persoalan listrik,” kata AM Nasir.  

Kemudian, karena pemerintah pusat memiliki keinginan untuk membantu, AM Nasir sigap merespons agar program itu dapat dilakukan di wilayahnya. Di Kapuas Hulu, masih ada 72 desa yang belum tersentuh aliran listrik.  

“Dari 72 desa, tentu akan kita pilah. Yang tidak mungkin jaringan (listrik) masuk, itu akan kita prioritaskan,” tuturnya. (lha/)